Minggu, 5 April 2020

Kabar Penculik Anak Gunakan Obat Bius di Cimahi Resahkan Warga, Ini Fakta Sebenarnya

- 23 Februari 2020, 15:16 WIB
Ilustrasi penculikan.* /ISTIMEWA

PIKIRAN RAKYAT - Para orangtua di Kota Cimahi merasa waswas atas beredarnya informasi adanya penculikan terhadap anak-anak di kawasan kompleks Brigif 15 Kujang II, Minggu 23 Februari 2020. Seorang perempuan paruh baya yang masuk ke kompleks dituding sebagai pelaku.

Informasi tersebut beredar di media sosial facebook maupun aplikasi Whatsapp. Informasi tersebut banyak diunggah ulang masyarakat sehingga menyebar dengan cepat.

Informasi tersebut berisi tulisan '#PENCULIKAN_ANAK_DIBRIGIF. Hati2 bewara kanggo kasadayana ibu bapa nu ngagaduhan murangkalih kedah rada dikontrol (tong terlalu membiarkan seenaknya anak tersayang kita semua bebas bergaul/membiarkan bebas bermain). *Penculikan anak ntos dugi ka Brigif, BANTOS UP'.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Endus Adanya Dugaan Korupsi di Instansi Bidang Transportasi dan Perhubungan Kota Bandung

Pada tangkapan layar percakapan di Whatsapp Grup yang diunggah, tertulis 'Assalamualaikum. maaf sekedar informasi hati-hati kepada ibu-ibu yang mempunyai anak kecil, sekarang marak Penculikan bahkan udah sampai ke Brigif pelakunya berpura-pura gila, tadi sudah ketangkap sama Provos'.

loading...

'Dia pakai sarung tangan sebelah dan bawa alkohol untuk membius. Ada 2 orang ibu-ibu plakunya yang ketangkap 1.. yang satunya kabur.. lagi di proses di kantor propos brigif..'

Banyak warga mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. Terlebih, di kawasan Brigif setiap hari minggu berlangsung pasar dadakan sehingga banyak pengunjung termasuk anak-anak.

Baca Juga: Kehadiran TKA Harus Mendatangkan Keuntungan Ekonomis, Menhub : KCIC agar Menjaga Hubungan Baik dengan Masyarakat

Ketika dikonfirmasi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Baros, Bripka Sepudin dan Bhabinsa Kelurahan Baros Serda Bambang, mengatakan kejadian penculikan tersebut tidak benar.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X