Kamis, 9 April 2020

Kewilayahan di Kota Bandung Punya Daya Menerapkan Pengolahan Sampah Secara Mandiri

- 22 Februari 2020, 20:52 WIB
JALAN layang Pasupati, Kota Bandung.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PIKIRAN RAKYAT - Kecamatan, dan kelurahan memiliki daya membangun beserta menerapkan berbagai metode pengolahan sampah, seperti di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pendopo.

Kecamatan maupun kelurahan dapat menggunakan anggaran dari Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) untuk membangun TPST. Demikian ucap Direktur PD Kebersihan Gun Gun Saptari Hidayat di Pendopo Kota Bandung, Jalam Dalemkaum, beberapa waktu lalu.

Sepengetahuan Gun Gun, Wali Kota Bandung Oded M Danial telah memberi arahan kepada para penerima manfaat PIPPK agar menggunakan 10% dana untuk peningkatan kualitas lingkungan, dan penanganan sampah.

Baca Juga: Mengenang Momen Persib Juara, I Made Wirawan: Saya Terharu Ada Kakek-kakek yang Mengejar Bus Kita

"Arahan itu disebarkan melalui surat edaran. Hal itu bagian upaya membangun kebiasaan masyarakat guna mengelola sampah sejak dari lingkungan, bahkan rumah masing-masing," ucap Gun Gun.

Pemanfaatan PIPPK, ucap Gun Gun, bergantung kemufakatan para penerima. Pihaknya bersama Pemkot Bandung terus berupaya menggugah kesadaran masyarakat agar mengolah sampah secara mandiri melalui kampanye, dan pendampingan. Perihal itu, pihaknya memerlukan dukungan pemimpin informal di tiap-tiap wilayah.

"Biasanya, pemimpin informal lebih mudah menggerakan masyarakat. Dukungan pemimpin informal merupakan unsur penting dalam upaya membangun kebiasaan mengolah sampah sejak dari sumbernya," ucap Gun Gun.

Baca Juga: Keunggulan Punya Ibu Musisi, Dul Jaelani Minta Maia Estianty jadi Backing Vocal

Seumpama tiap-tiap kewilayahan, bahkan warga sudah bisa menerapkan pengolahan sampah secara mandiri, Gun Gun menyebutkan, petugas hanya mengangkut (sampah) yang betul-betul tak bisa terolah. Hal itu berarti mengurangi banyak volume sampah yang diangkut ke TPS, kemudian TPA.

Gun Gun mengatakan, timbulan sampah bakal terus bertambah, beriringan dengan pertambahan jumlah penduduk. Saat ini, sampah dari Kota Bandung yang diangkut ke TPA, sekitar 1.300 ton per hari. Sementara itu, sudah ada 147 RW di Kota Bandung yang sudah menjalankan prinsip gerakan kurangi, pisahkan, dan manfaatkan (Kang Pisman). Volume pengangkutan samah dari sejumlah RW tersebut ke TPS mulai bekurang.

Berdasarkan pengamatan Gun Gun, terjadi pelambatan laju peningkatan volume sampah dari Kota Bandung yang diangkut ke TPA mulai 2019. Peningkatan volume sampah dari Kota Bandung yang diangkut ke TPA sekitar 4% pada 2019. Pada tahun-tahun sebelumnya, peningkatan volume sampah yang diangkut sekitar 5-10% per tahun.

Baca Juga: Bobotoh Day Berlangsung Semarak, Semangat Berapi-api Jadi Tujuan Acara

Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnama menyebutkan, perlu ada pengalihan prioritas PIPPK, dari infrastruktur fisik ke urusan sosial budaya. Selain itu, mesti ada basis data masalah yang valid agar pelaksanaan PIPPK di tiap-tiap wilayah memiliki peta jalan jelas, dan terukur. Tujuannya, program dari pendanaan PIPPK berjalan berkesinambungan sampai masalah-masalah yang terdata betul-betul tertangani. Basis data yang valid juga memungkinkan adanya pengawasan, dan evaluasi yang tepat sasaran.

Pemanfaataan dana PIPPK, ucap Aan, memungkinkan untuk menggalakkan penerapan Kang Pisman di lingkungan masyarakat. Aan menyarankan kepada Pemkot Bandung agar mengaitkan PIPPK dengan pelaksanaan Kang Pisman. Hal itu bisa menjadi cara efektif membentuk budaya baru.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X