Senin, 30 Maret 2020

Kisah Teti, 45 Tahun Hidup Bersama Banjir di Kabupaten Bandung

- 19 Februari 2020, 18:20 WIB
BANJIR di Kabupaten Bandung yang merendam, sejak 13 Februari 2020, bukan terjadi satu kali ini. Tetapi sudah bertahun-tahun.* /RIO RIZKY PANGESTU/PR

PIKIRAN RAKYAT – Suasana hangat terasa di Gedung Inkanas, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu, 19 Februari 2020. 

Meski hari sudah  petang, anak-anak dan para ibu masih asyik berkumpul dan mengobrol di halaman depan gedung. 

Tawa mereka pecah saat menyaksikan  seorang anak kecil yang kesulitan turun dari bak mobil pick-up yang dinaikinya sendiri.

 Baca Juga: Setelah Lebih dari Dua Dekade, Pelaku Pembunuhan Seorang Anak Baru Ditemukan

Hiburan kecil itu mungkin sangat berarti di tengah kondisi serba sulit yang sedang menerpa mereka. 

Sejak Kamis, 13 Februari 2020, Gedung Inkanas Baleendah dijadikan tempat mengungsi oleh warga Kelurahan Andir, Baleendah, yang terdampak banjir.

loading...

Sebanyak 221 kepala mengungsi di dalam satu ruangan gedung. 

 Baca Juga: Imbas Longsor, Kendaraan Gelombang II Diimbau Tak Ambil Sisi Kiri di Tol Cipularang KM 188+800

Teti adalah salah satu di antara para pengungsi itu. Sepanjang hidupnya, ia sudah merasakan puluhan kali mengungsi akibat banjir. 

"Paling parah tahun 2010. Waktu itu saya mengungsi sampai dua bulan lamanya karena air tak surut-surut. Itu kayaknya banjir terbesar yang pernah saya alami," ujar Teti yang merupakan warga Cigosol, Kelurahan Andir, Baleendah tersebut.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X