Sabtu, 4 April 2020

Tahun 2045, Penduduk Jabar Mencapai 60 Juta Jiwa, Peningkatan Kualitas SDM Menjadi Kunci Penting

- 19 Februari 2020, 17:33 WIB
ILUSTRASI sensus penduduk 2020 /Instagram.com/@sensuspenduduk2020

PIKIRAN RAKYAT - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mulai melakukan tahapan sensus penduduk online pada 2020.

Sensus penduduk ini selain untuk mengetahui jumlah riil penduduk Jabar juga untuk mengetahui proyeksi jumlah penduduk di wilayah ini beberapa tahun ke depan.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Dody Herlando menyampaikan, bahwa data hasil SP2020 tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan di masa kini, tetapi juga mengantisipasi hal yang akan terjadi di masa depan. Alasannya, dari hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015, telah dibuat Proyeksi Penduduk Indonesia pada 2015-2045. 

Baca Juga: Banjir di Tiga Kecamatan Kabupaten Bandung, Baleendah yang Terparah

Dari hasil proyeksi yang dilakukan, Dody menuturkan ada beberapa temuan penting yang harus menjadi perhatian semua pihak.

Temuan penting tersebut, salah satunya terkait jumlah penduduk Jabar yang akan meningkat dari 49 juta jiwa pada 2019 menjadi 60 juta jiwa pada 2045.

“Sehingga kita perlu membuat perencanaan yang matang mengenai kebutuhan pangan, jumlah dokter, jumlah sekolah, guru, dan sebagainya,” katanya saat launching Sensus Penduduk Online di Jawa Barat di Hotel Aston Pasteur Bandung, Rabu, 19 Februari 2020.

Baca Juga: Kopernya Sempat Hilang akibat Dicuri di Bandara Turki, Raffi Ahmad: Ketemu Alhamdulillah

loading...

Kemudian, temuan lainnya adalah mengenai bonus demografi mulai terbuka pada 2010. Di Jabar akan mencapai puncaknya pada 2030 dan akan tertutup pada 2035. Dengan demikian peningkatan kualitas SDM menjadi kunci penting.

Lebih lanjut Dody menuturkan, memperhatikan mobilitas penduduk yang tinggi, ketersediaan data registrasi, dan kemajuan teknologi pada pelaksanaan SP2020 akan terjadi  perubahan mendasar.

Perubahan tersebut untuk pertama kalinya, SP2020 akan menggunakan metode kombinasi dengan cara menggunakan data Dukcapil sebagai data dasar/prelist.

Baca Juga: Ashraf Sinclair Terkenal di Malaysia dan Indonesia, Berikut Perjalanan Kariernya

Tujuannya adalah menuju Satu Data Kependudukan. Kedua, pengumpulan data akan dilakukan dengan 3 moda pengumpulan data, yaitu Sensus Penduduk Online yang dimulai pada tanggal 15 Feb-31 Maret 2020 dengan cara mengakses web sensus.bps.go.id.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X