Selasa, 7 April 2020

Situ-situ di Bandung Lenyap, Pemkot Bandung Dianggap Membiarkan Banjir Terus Terjadi

- 19 Februari 2020, 15:42 WIB
PENGENDARA sepeda motor melewati lokasi sisa-sisa Situ Uncal di Jalan Parakansaat, Kota Bandung, Selasa, 18 Februari 2020. Lokasi tersebut kini menjadi tempat pembuangan sampah. Dalam dua puluh tahun terakhir, lahan Situ Uncal yang cukup luas sedikit demi sedikit dijual oleh ahli waris.* /ADE BAYU INDRA/PR

PIKIRAN RAKYAT – Situ Uncal, danau ­se­luas 2.000-an meter persegi di Arcamanik, Kota Bandung, telah lenyap.

Spanduk kuning berukuran besar, berisi larangan membuang sampah, terpampang di sana. Namun, orang-orang seperti tidak peduli.

Kantong-kantong plastik dan bekas bungkus makanan minuman berserakan.

 Baca Juga: Vape Dikantongi Bersama Kunci di Saku Celana, Pria di Inggris Mengalami Luka Bakar Serius

Pegiat Kelompok Riset Ce­kungan Bandung (KRCB), T Bachtiar, mengatakan, hampir semua situ yang pernah ada di Kota Bandung, baik yang dimi­liki perseorangan maupun di la­han pemerintah, kini sudah le­nyap.

Mereka bersalin menjadi bangunan yang sedi­kit sekali meresapkan air ke dalam ta­nah.

Dalam catatan Bachtiar, Leu­wipanjang dan Kopo me­ru­pa­kan salah satu kawasan dengan paling banyak jumlah situnya.

Baca Juga: Jenazah Putrinya Diautopsi, Karen Pooroe: Saya Yakin Kebenaran akan Terungkap, Ada Kemungkinan Sesuai Firasat

Di bagian utara, pernah ada Situ Gunting. Lalu, ada Situ Gu­muruh. Selain situ, Bandung juga memiliki banyak legok (ta­nah rendah) yang satu persatu hilang ­karena diuruk tanah agar rata dengan lingkungan kanan kirinya.

”Hilangnya situ dan legok ada­lah awal bencana banjir. Me­reka secara alami, karena berada di lahan yang lebih rendah, menjadi wadah air. Tanpa situ, limpasan air permukaan terus membesar lalu menggenang,” ucap Bachtiar, yang juga me­nulis buku Toponimi: Susur Galur Nama Tempat di Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X