Jumat, 5 Juni 2020

Dampak Gempa Mengintai dalam Rencana Pembangunan Waterboom di Sesar Lembang

- 19 Februari 2020, 14:49 WIB
PEMBUKAAN lahan untuk pembangunan tempat wisata waterboom, persis di bawah Gunungbatu, di Kampung Sukatinggal, Desa Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 18 Februari 2020.* /HARRY SURJANA/PR

”Diukur saja, apakah masih dalam radius 250 meter kiri dan kanan sesar Lembang? Kalau masih, berarti menyalahi perda,” ujar Eko kepada PR, Selasa, 18 Februari 2020.

Menurut dia, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seharusnya menghentikan pembangunan tempat wisata kolam renang tersebut apabila masuk dalam koridor sesar Lembang.

Sama halnya seperti yang sudah dilakukan terhadap pembangun­an sebuah perumahan di Lembang.

Baca Juga: Laporkan Kasus Sopir Angkot Bunuh Kucing Tidur, Animal Defender Indonesia: Tidak Ada Kata Damai

Apabila bangunan berada di luar koridor 250 meter dari se­sar Lembang pun, pembangun­an perlu dilakukan secara ber­hati-hati.

Hal itu karena dampak gempa akibat pergeseran sesar Lembang bisa dirasakan di luar area 250 meter dari sesar Lembang.

Dampak gempa di luar area sesar Lembang bergantung pada kondisi tanah dan kualitas bangunan.

Baca Juga: Fitur Dark Mode di Aplikasi Google Sudah Tersedia untuk Pengguna Android Beta Tester, Berikut Cara Mengaktifkannya

Jika kondisi tanah lunak serta kualitas bangunan tidak tahan gempa, dampak kerusakan yang timbul akibat gempa bisa tergolong berat.

”Meski jaraknya jauh dari pusat gempa, kalau ba­ngun­an di atas tanah lunak, ba­ngunan bisa roboh,” ujar Eko.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X