Minggu, 5 April 2020

Kota Harar di Ethiopia Menjajaki Peluang Sister City dengan Kota Bandung

- 18 Februari 2020, 17:37 WIB
/DOK. HUMAS PEMKOT BANDUNG

PIKIRAN RAKYAT –  Kota Harar, Ethiopia tertarik menjadi sister city, juga menjalin kerja sama di bidang kesehatan, budaya, ekonomi, pendidikan, pariwisata halal, dan keagamaan dengan Kota Bandung.

Dalam rangka membicarakan peluang tersebut, Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, Admasu Tsegaye berkunjung ke Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa, 18 Februari 2020. ‎

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku antusias akan peluang kerja sama tersebut.

Baca Juga: 7 Tips Menghadapi Sidang Skripsi, dari Cari Informasi Dosen Penguji hingga Persiapkan Pakaian

Pengetahuan tentang peradaban Islam merupakan salah satu faktor yang membuat Oded antusias.

Sejumlah 3 dari 82 masjid di Kota Harar telah ada sejak abad ke-10. Kini, tiga masjid tersebut masih lestari.

"Mereka menginginkan peningkatan kerja sama yang positif, dan konstruktif. Kami perlu lebih dulu mengkaji peluang tersebut, terutama sisi penguatan output (manfaat) bagi Kota Bandung," ucap Oded sesuai menerima kunjungan Admasu Tsegaye beseta jajarannya, Selasa, 18 Februari 2020.

Baca Juga: Musrembang Pemprov DKI Jakarta 2020, Dewan Minta Akomodir Program Prioritas dari Pompa hingga Turap Sungai Ciliwung

Oded menyampaikan informasi dari rombongan Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, kultur beserta aspek geografis Harar mirip dengan Kota Bandung.

Kemiripan tersebut mendasari penjajakan sister city, dan kerja sama Harar dengan Kota Bandung.

Pluralisme nan kondusif di Kota Bandung turut menjadi faktor yang memikat minat pemerintah Harar.

Baca Juga: Wisata Halal

Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, Admasu Tsegaye menyebutkan, negaranya tengah gencar memperkenalkan budaya, serta wisata halal sebagai unit bisnis baru.

Banyak warga muslim yang berdatangan dari kawasan Afrika bagian utara ke Ethiopia.

Admasu mengatakan, Harar juga telah beroleh penetapan kota penuh heritage dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X