Minggu, 31 Mei 2020

Disebut Hari Bersejarah, Parade Bandung Rumah Bersama Dapat Apresiasi Pemuka Agama Katolik

- 16 Februari 2020, 06:59 WIB
PARADE Rumah Bersama, di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu, 15 Februari 2020.* /HUMAS PEMKOT BANDUNG

PIKIRAN RAKYAT – Ketua FKUB Kota Bandung Ahmad Suherman menyebutkan, mencintai perdamaian, kerukunan, persahabatan merupakan ciri-ciri bangsa beradab.

Kerukunan antarumat beragama bukan berarti mencampuradukan ajaran (agama) masing-masing. Kerukunan berlandaskan sikap saling menghormati keyakinan masing-masing.

Parade Bandung Rumah Bersama menunjukkan bentuk perdamaian, kerukunan, persahabatan konkret di Kota Bandung.

Baca Juga: Zulham Zamrun Jalankan Tugas sebagai Algojo dengan Baik, Persis Solo Mesti Akui Ketangguhan Persib Bandung

Parade, ucap Ahmad, menunjukkan Kota Bandung sebagai tempat tinggal yang ramah bagi berbagai etnik, umat beragama yang menjalani kehidupan secara rukun di tengah keberagaman.

"Salah satu hari bersejarah. Kami berharap, parade memberi tambahan semangat bagi pesatuan, dan kesatuan bangsa. Sesi historical walk Forkopimda Kota Bandung beserta para pemuka agama dari Sayov Homann menuju Gedung Merdeka, dan parade mengingatkan akan kenangan derap langkah delegasi Konferensi Asia Afrika (pada 1955), dan kemunculan Dasa Sila Bandung sebagai upaya mewujudkan persatuan, dan kesatuan antarbangsa," ucap Ahmad saat menyampaikan kata sambutan pada Parade Bandung Rumah Bersama, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu, 15 Februari 2020.

Baca Juga: Gempa Bumi di Maluku Terasa Mengguncang Lima Daerah

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, pembacaan deklarasi menjadi momentum mengukuhkan persatuan di Kota Bandung.

"Kota Bandung merupakan miniatur Indonesia. Berbagai umat agama, dan etnik terjumpa di Kota Bandung. Melalui semangat persatuan Indonesia, mari bersama-sama merapatkan barisan, sebagaimana salah satu poin Bandung juara," ucap dia.

Pemuka Agama Katolik, Agustinus Sugiharto mengatakan, penyelenggaraan parade merupakan langkah luar biasa dari Pemkot Bandung.

 

Dia mengaku tertarik akan pernyataan Oded yang memposisikan diri sebagai bapak bagi semua kalangan dalam kata sambutan.

"Kami melihat, Pak Oded betul-betul menjalankan pembinaan kepada berbagai umat agama. Beliau kerap mengadakan dialog, dan berupaya memenuhi keperluan berbagai umat beragama, terutama saat menjelang hari raya (keagamaan) masing-masing," tutur Agus. ***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X