Sabtu, 30 Mei 2020

4 Pria Mengaku Dukun Jadi Tersangka Pengedar Uang Palsu dengan Mata Uang Berbagai Negara

- 31 Januari 2020, 07:45 WIB
SEJUMLAH tersangka digelandang personel Polresta Bandung usai gelar perkara pengungkapan kasus pengedaran mata uang asing palsu di Markas Komando Polresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis, 30 Januari 2020.* /ADE MAMAD/PR

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak empat tersangka pembuat dan pengedar uang palsu diringkus aparat Kepolisian Resor Kota Bandung.

Polisi pun berhasil mengamankan barang bukti berupa dolar AS, dinar Kuwait dan mata uang kamboja palsu dari para tersangka.

Kapolresta Bandung Komisaris Besar Hendra Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait adanya orang pintar yang mengaku bisa menggandakan uang.

Baca Juga: Menghina TNI dan Prabowo Subianto di Facebook, Kurnadi Ditahan Polres Majalengka

"Setelah dilakukan penyelidikan, kami berhasil menangkap tangan empat tersangka saat hendak akan mengedarkan uang palsu," ujarnya di Mapolresta Bandung Kamis, 30 Januari 2020.

Keempat tersangka tersebut, adalah IM, HK, AM, dan ZA.

Mereka ditangkap saat membawa sekitar 850 lembar dolar AS palsu pecahan 100 dolar, serta puluhan lembar mata uang dinar Kuwait, dan mata uang Kamboja palsu.

Baca Juga: Wabah Virus Corona Menewaskan Ratusan Warga Tiongkok, Jokowi Instruksikan Kemenlu Evakuasi WNI Terisolasi di Wuhan

Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi pun akhirnya bisa mengungkap identitas sang dukun palsu berinisial PH.

Para tersangka sebelumnya pun mengaku bahwa uang palsu yang mereka edarkan berasal dari PH.

Menurut Hendra, PH ditangkap di wilayah Kabupaten Subang tempatnya melakukan praktik dukun palsu.

Baca Juga: Lutfi Pembawa Bendera Mengaku Disetrum Oknum Polisi, Polri: Tidak Ada Bukti Dugaan Penyiksaan

"Modusnya adalah mengaku bisa menggandakan uang," ujarnya.

Secara kasat mata, kata Hendra, sebenarnya uang palsu tersebut sudah bisa dibedakan dari uang asli.

Namun untuk lebih memastikan, polisi pun sudah berkoordinasi dengan kedutaan besar negara terkait.

Hendra menambahkan, PH mendesain uang palsu tersebut menggunakan laptop yang kini juga sudah disita polisi.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X