Rabu, 19 Februari 2020

Presiden Jokowi Akui Terowongan Nanjung Tak Bisa Bekerja Sendiri, Perlu 3 Proyek Pendukung Lain

- 29 Januari 2020, 14:33 WIB
PRESIDEN Joko Widodo dalam kunjungannya di Curug Jompong, Rabu 29 Januari 2020.* /ADE MAMAD/PR

PIKIRAN RAKYAT - Terowongan Nanjung tidak akan efektif mencegah banjir selama tiga infrastruktur pendukung lainnya belum selesai dibangun. Yakni Embung Gedebage, Sodetan Cisangkuy dan Kolam Retensi di Kota Bandung.

Kendati demikian, kehadiran terowongan sepanjang 230 meter di Curug Jompong itu diklaim mampu mengurangi wilayah terdampak banjir di Bandung Selatan hingga seluas 410 hektare.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan, pembangunan 3 infrastruktur tersebut akan dimulai tahun ini. Dengan demikian, ucap dia, wilayah di Cekungan Bandung, terutama Bandung Selatan, akan terhindar dari banjir pada 2021.

Baca Juga: Naikan Harga Masker di Tengah Penyebaran Virus Corona, Apotek di Tiongkok Didenda Rp5,89 Miliar

Program penanganan banjir Cekungan Bandung dimulai sejak 3 tahun lalu dengan menyedot anggaran sebesar hampir Rp 600 miliar. Nilai kontrak pembangunan Terowongan Nanjung sebesar Rp 317 miliar.

“Setelah infrastruktur itu semua beres, bebarenfan normalisasi di hulu daerah aliran sungai Citarum, baru nanti masuk ke hilirnya. Dari 490 hektare, sekarang yang tergenang hanya 80 hektare.

"Memang masih ada (yang tergenang) karena beberapa (proyek) masih proses. Ya kolam retensinya, sodetannya, tahun ini akan kami selesaikan. Kami harapkan dengan selesainya itu,“ kata Jokowi saat meresmikan Terowongan Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu 29 Januari 2020.

Baca Juga: Terlibat Pencurian Motor Dinas, 2 Anggota Polres Subang Dipecat

Diameter Terowongan Nanjung seluas 2x8 meter dibanguan dua sisi. Jarak antar terowongan selebar 10 meter. Debit maksimum terowongan tersebut mampu mengalirkan air sebanyak 700 meter kubik per detik.

Jokowi berharap, program pengendalian banjir di Cekungan Bandung berjalan lancar dengan dukungan dari pemerintah provinsi dan daerah.

“Iya satu satu dibereskan dan memerlukan waktu. Ini kan juga dikerjakan 3 tahunan. Akhir tahun ini kemudian menuju hilirnya. Tidak bisa dikerjakan di hulunya saja.

Baca Juga: Diduga dari Sup Kelelawar, Pakar Patologi IPB: Selain Corona, Ada 6 Virus Lain dalam Tubuhnya

"Baik fisiknya, infrastrukturnya juga yang berkaitan dengan rehabilitasi lahan, reboisasi semuanya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X