Sabtu, 22 Februari 2020

Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 Dibuka dengan Teleconference

- 29 Januari 2020, 13:11 WIB
PEMBUKAAN Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030.* /RIRIN NF/PR

PIKIRAN RAKYAT – Rangkaian acara Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 diawali dengan teleconference bersama 4 titik lokasi di Cimahi Techno Park (CTP) Jalan Baros Kota Cimahi, Rabu 29 Januari 2020.

Teleconference digelar untuk menjaring aspirasi dan kondisi riil penanganan kasus TBC di lapangan.

Titik teleconference dari CTP menyambung ke 4 lokasi Lapas Baleendah, Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya, Desa Garut Siaga, dan RS Hasan Sadikin Bandung.

Baca Juga: Alasan Pentingnya Memakai Body Lotion setelah Mandi

Kegiatan teleconference dipandu Kementrian Kesehatan, Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia danKebudayaan, dan Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia Arifin Panigoro.

Jajaran Lapas Baleendah menyampaikan kebutuhan akan ruang khusus isolasi penderita TBC. Jumlah warga binaan (WB) mencapai 1.215 orang, sudah over kapasitas.

Ketika ada pasien terdeteksi maka hanya bisa pindahkan blok namun tetap bisa berinteraksi karena belum ada blok khusus.

Baca Juga: Diduga dari Sup Kelelawar, Pakar Patologi IPB: Selain Corona, Ada 6 Virus Lain dalam Tubuhnya

Selain itu, jaminan BPJS Kesehatan belum menyentuh WB baik regulasi maupun pelayanan selain TB. Diharapkan bisa ada aturan agar BPJS Kesehatan dapat dirasakan manfaatnya oleh WB di lapas maupun rutan.

Dari Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya, menyatakan keseriusan  dalam penanganan kasus TBC di pesantren. Jumlah santri yang banyak rentan terhadap penularan TBC secara massif, karena itu bekerjasama dengan dokter yang rutin memberi layanan di Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren).

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X