Sabtu, 22 Februari 2020

Rentan Terpapar Coronavirus, Perawat Harus Memproteksi Diri

- 29 Januari 2020, 07:30 WIB
STAF medis menangani pasien yang terjangkit virus corona di Central Hospital di Wuhan, Tiongkok, Sabtu, 25 Januari 2020.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Para perawat di Kabupaten Bandung Barat diminta agar waspada terhadap Coronavirus yang merebak baru-baru ini.

Soalnya, perawat rentan terpapar virus karena sering melakukan kontak langsung dengan penderita.

Terkait dengan hal itu, DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Bandung Barat mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 002/PPNI-KBB/SE/I/20 tentang Kesiapsiagaan Perawat Dalam Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Baca Juga: Tahu Fairuz A Rafiq sedang Berjuang Melawan Trio Ikan Asin, Sonny Unggah Video Dukungan di Instagram

"Perawat menjadi sangat rentan terhadap ancaman virus corona, mengingat tugasnya yang harus berhubungan dengan penderita," kata Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bandung Barat, Aditya Duta Tirani di Padalarang, Selasa, 28 Januari 2020.

Dia menjelaskan, Coronavirus adalah jenis virus baru yang belum pernah didentifikasi sebelumnya pada manusia dan bersifat zoonosis (ditularkan hewan dan manusia).

Manisfestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Wilayah Bandung Raya Hari Ini, 29 Januari 2020

Tanda dan gejala umum terinfeksi virus ini antara lain adalah adanya gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, sesak nafas, dan bisa berujung kepada kematian.

Bertambahnya korban meninggal kasus ini yang berlangsung cepat dan sudah menyebar ke berbagai negara membuat semua pihak patut waspada.

Bahkan saat ini sudah ada beberapa tenaga kesehatan yang dilaporkan terinfeksi virus corona termasuk perawat.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Wajah Bowo Resmi Diblokir Tik Tok hingga Kisah Artis Jepang yang Diselingkuhi saat Mengandung

Sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan, perawat merupakan tenaga kesehatan yang sangat beresiko terpapar virus ini sehingga harus dilakukan antisipasi supaya perawat juga tidak menjadi korban.

"Belum ada vaksin untuk mencegah penyebaran virus yang dapat menyebabkan kematian ini. Makanya, para perawat juga harus menjaga diri supaya mereka tidak menjadi korban," tuturnya.

Dengan kondisi itu, DPD PPNI KBB mengimbau kepada seluruh perawat khususnya yang bekerja di wilayah Kabupaten Bandung Barat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X