Selasa, 7 April 2020

Polisi: Sunda Empire Miliki Anggota hingga 1.000 Orang

- 28 Januari 2020, 21:39 WIB
GUBERNUR Jenderal DH 17 Sunda Empire, Sahidi (kanan) menjawab pertanyaan Tokoh Sunda, Popong Otje Djundjunan saat acara diskusi publik di Aula Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat, 24 Januari 2020. Dalam acara yang dihadiri berbagai kalangan tersebut membahas mengenai penomena Sunda Empire dalam perspektif sejarah dan kewaspadaan dini masyarakat.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PIKIRAN RAKYAT - Munculnya Sunda Empire menjadi sorotan publik. Sunda Empire yang diakui sudah berdiri sejak abad 3 sebelum masehi itu bahkan mengklaim bahwa mereka memiliki sertifikat hak kepemilikan Bumi.

Sunda Empire ini dilaporkan memiliki banyak anggota bahkan kemungkinan hingga 1.000 orang. Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Suhartiyono.

Baca Juga: Sikat Proyek-proyek Mafia di BUMN, Erick Thohir: Bukan Tempat Proyek yang Tidak Jelas Juntrungannya

"Jumlah anggotanya secara pasti kita belum tahu, mungkin kurang lebih sekitar 1.000 anggota, sampai saat ini penyidik masih dalam pemeriksaan," kata Hendra saat penetapan status tersangka kasus "Sunda Empire" di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa 28 Januari 2020.

Sementara ini, Hendra menyebut "Sunda Empire" tidak memiliki modus serupa dengan "Keraton Agung Sejagat" yang memungut iuran anggotanya dengan iming-iming kekayaan.

Baca Juga: 5G akan Diterapkan di Ibu Kota Baru, Uji Coba Jaringan sudah Dilakukan Perusahaan Teknologi dan Komunikasi

"Dari saksi dan dari tersangka tidak ada pungutan (iuran, red), ini kita masih dalami," ujar Hendra.

Berdasarkan keterangan tersangka, kata dia, "Sunda Empire" ini tidak memiliki markas, singgasana, maupun tempat rapat seperti fenomena yang terjadi di "Keraton Agung Sejagat", Purworejo.

Seperti diketahui, polisi telah menetapkan tiga orang petinggi "Sunda Empire" sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x