Sabtu, 22 Februari 2020

20 Tempat Ibadah dan 6 Sekolah Terendam Banjir Kabupaten Bandung

- 25 Januari 2020, 21:37 WIB
Banjir di Kawasan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.* /Rahmi Nurfajriani/PR

PIKIRAN RAKYAT –  Sebanyak 20 tempat ibadah turut terendam banjir Kabupaten Bandung.

Seperti diketahui, banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Bandung, terjadi sejak Kamis, 23 Januari 2020, hingga Sabtu, 25 Januari 2020.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan, selain 20 tempat ibadah, banjir di Bandung juga merendam enam sekolah, juga 3.744 unit rumah.

Baca Juga: 5 Manfaat Teh Kapulaga Bagi Kesehatan, Ternyata Bisa Meningkatkan Sirkulasi Darah

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jabar, mengatakan, sebaran banjir merendam Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, dan Kecamatan Majalaya.

Antara melansir, korban terdampak telah bertambah menjadi 20.387 jiwa atau 6.404 kepala keluarga, dan juga menyebabkan 227 jiwa, yang kemudian mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Warga mengungsi di sejumlah titik, kami mencatat ada enam titik lokasi pengungsian yakni Aula Desa Dayeuhkolot, Gedung Inkanas dan empat masjid," kata dia.

Baca Juga: Banjir di Kahatex Kabupaten Bandung, Objek Wisata di Garut Sepi saat Libur Imlek

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Supriyatno mengatakan, curah hujan yang tinggi selama tiga hari beruntun menjadi salah satu faktor penyebab banjir di Bandung.

“Tiga hari berturut-turut curah hujan di wilayah tersebut 551 mm per hari. Ini yang menyebabkan banjir, dan ketinggian banjir variasi dari 10 sentimeter hingga 1,6 meter," kata Supriyatno.

BPBD berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk bahu-membahu dalam penanganan bencana banjir kali ini, mulai dari komunitas kebencanaan dan kemanusiaan, media, sampai pihak swasta.

Baca Juga: Tiga Sungai di Bandung Meluap, Jalan Sapan-Derwati Tidak Bisa Dilewati karena Banjir

"Penanganan kebencanaan ini urusan bersama. Saya berharap kepada semua pihak, terutama relawan, media, pemerintah dan swasta bersinergi. Mudah-mudahan bencana tidak berulang dan tidak ada lagi," katanya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X