Sabtu, 22 Februari 2020

Belum Terasa, Realisasi Program One Village One Company Ridwan Kamil Dipertanyakan

- 25 Januari 2020, 20:29 WIB
KORPS Mahasiswa (Korpma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jawa Barat.* /DOK HUMAS JABAR

PIKIRAN RAKYAT – Korp Mahasiswa (Korpma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Jawa Barat, menilai pembangunan desa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum maksimal dalam penyelenggaraannya.

Ketua Korp Mahasiswa GPII Jabar, Umbara Wijaya Saputra menuturkan, pihaknya memandang masih banyak desa yang tertinggal dan tergilas dengan era digital hari ini. 

"Maka kami sangat terpanggil akan isu pembangunan desa ini," Kata Umbara pada gelar pelantikan dan stadium general dengan tema "The New Era For Youth Power", di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu, 25 Januari 2020.

Baca Juga: Pertunjukan Barongsai dalam Tahun Baru Imlek di Bandung Dinikmati Seluruh Kalangan

Dia mencontohkan, salah satu program Gubernur Jabar Ridwan Kamil tentang pembangunan desa, One Village One Company (OVOC) dirasa belum terasa, dan jangan sampai hanya wacana belaka. 

Korpma GPII Jabar lanjut dia, akan konsisten mendorong program pemerintah tentang pembangunan desa.

Karena hal itu akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap percapatan peningkatan pembangunan dan ekonomi desa.

Baca Juga: 3 Manfaat Tanaman Indoor Bagi Kesehatan Mental, Meredakan Stress dan Kecemasan hingga Meningkatkan Kualitas Udara

"Kami berkomitmen akan mengawal program ini, karena kami sadar bahwa kami sebagai pemuda harus menjadi agen utama membangun desa di Jabar. Perlu ada sinergitas dan kolaborasi pemerintah dengan dengan kaum muda hari ini," katanya.

Umbara menjelaskan, Korpma adalah bagian dari otonom organisasi kepemudaan GPII yang berfokus pada segementasi mahasiswa.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X