Peta Rumah Deret Tamansari Bandung Sudah Muncul, Akan Dibangun Februari 2020

- 24 Januari 2020, 06:05 WIB
PUING-puing sisa bangunan warga yang dibongkar di ara proyek Rumah Deret Tamansari, Kota Bandung, Kamis, 23 Januari 2020. Pemerintah Kota Bandung berencana akan mulai pembangunan proyek Rumah Deret tersebut pada Februari mendatang karena saat ini masih dalam proses pengurusan dokumen.*
PUING-puing sisa bangunan warga yang dibongkar di ara proyek Rumah Deret Tamansari, Kota Bandung, Kamis, 23 Januari 2020. Pemerintah Kota Bandung berencana akan mulai pembangunan proyek Rumah Deret tersebut pada Februari mendatang karena saat ini masih dalam proses pengurusan dokumen.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PIKIRAN RAKYAT – ‎Pemkot Bandung masih menunggu penerbitan sertifikat atas lahan yang terletak di RW 11 Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan dengan luas sekitar 8.334 meter persegi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pemkot Bandung -melalui Badan pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)- terus berkomunikasi dengan BPN perihal pengurusan sertifikat lahan.

Kepala Bidang Pencatatan dan Pelaporan Aset BPKAD Kota Bandung, Siena Halim menyebutkan, BPN telah mengeluarkan peta bidang. Hal itu menunjukkan progres atas pengurusan sertifikat lahan.

Baca Juga: 5 Tips sederhana untuk Membuat Anak Berhenti Mengompol

"Peta bidang sudah muncul. Berarti, sudah ada prosedur yang dilakukan BPN. Peta bidang merupakan bagian tahapan, sebelum dokumen sertfikat terbit," ucap Siena pada acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Kamis, 23 Januari 2020.‎

Siena mengatakan, lahan di RW 11 Tamansari merupakan bagian aset Pemkot Bandung, tercatat dalam daftar inventaris barang dengan nomor register 0603.

Aset Pemkot Bandung itu berdasarkan surat segel jual beli tanah dari Nji Oenti dengan luas 592 tumbak, atau sekitar 8.334 meter persegi bertanggal 16 April 1930.

Baca Juga: 105 Juta Daftar Penduduk Potensial untuk Pilkada 2020

Pembangunan fisik tahap pertama rumah deret Tamansari diupayakan mulai berjalan pada pertengahan Februari 2020. Berdasarkan perencanaan,180 unit hunian pembangunan tahap pertama tersedia mulai Oktober 2020.

Pembangunan fisik tahap pertama dijalankan Pemerintah Kota Bandung-Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3)- setelah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terbit.

Kepala Bidang Perumahan DPKP3 Kota Bandung Nunun Yanuati menuturkan, alokasi anggaran untuk pembangunan tahap pertama, Rp 66 miliar.

Baca Juga: Siklus Ekonomi Indonesia Sudah Melalui Titik Terendah

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x