Minggu, 23 Februari 2020

Polresta Bandung Ringkus 8 Pengedar Ekstasi dan Sabu

- 21 Januari 2020, 15:38 WIB
KAPOLRESTA Bandung Komisaris Besar Hendra Kurniawan memperlihatkan barang bukti narkoba yang disita dari delapan tersangka yang diamankan di Mapolresta Bandung, Selasa, 21 Januari 2020.* /HANDRI HANDRIANSYAH/PR

PIKIRAN RAKYAT - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Bandung meringkus delapan tersangka pengedar ekstasi dan sabu.

Dari para tersangka, polisi pun berhasil menyita barang bukti sabu-sabut seberat 140 gram serta ratusan butir pil ekstasi.

Kapolresta Bandung Komisaris Besar Hendra Kurniawan mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil dari penyelidikan sejak Desember 2019 hingga Januari 2020.

 Baca Juga: Mengupas Pemikiran Bacalon Wali Kota Depok di Pilkada 2020, Solusi ala Milenial dan 6 Masalah Laten

"Pengungkapan berawal dari enam laporan yang kami terima dari masyarakat," ujarnya di Mapolresta Bandung, Selasa, 21 Januari 2020.

Menurut Hendra, masyarakat merasa resah dengan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka.

Oleh karena itu mereka pun akhirnya membuat laporan ke polisi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Lagu Cinta Terbaru yang Bisa Dikirimkan untuk Orang Tersayang

Dari laporan tersebut, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan sehingga mengarah ke delapan tersangka.

Mereka merupakan pengedar yang diduga masuk dalam jaringan yang lebih besar.

Kedelapan tersangka tersebut berinisial A, Q, W, Ec, AM, BM, LG, DS dan UA.

Baca Juga: Instruksi Ridwan Kamil, Belasan Ribu Kolam Jaring Apung di Waduk Jatiluhur Akan Ditertibkan Lagi

"Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui adanya bandar besar di balik mereka," ucapnya.

Selain sabu-sabu dan pil ekstasi, kata Hendra, barang bukti lain yang berhasil diamankan adalah tujuh telefon seluler, jaket hitam dan sebuah kartu ATM. Nilai total semua barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp 70 juta.

Hendra menambahkan, pengungkapan tersebut cukup membuat dirinya kaget. Soalnya ia mengira bahwa di Kabupaten Bandung sudah tidak ada kasus penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga: Virus Corona Tiongkok Sudah Berkembang, Dapat Menular dari Manusia ke Manusia

"Saya kira di Kabupaten Bandung tidak ada peredaran narkoba, ternyata ada. Kasus ini menjadi awal komitmen kami untuk lebih gencar memerangi penyalahgunaan narkoba," tutur Hendra.

Para tersangka, saat ini diamankan di tahanan Mapolresta Bandung. Mereka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 6-20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X