Gedung SLB Digusur untuk Perluasan Rumah Sakit, Orangtua Murid Berkebutuhan Khusus Resah

- 18 Januari 2020, 12:27 WIB
SEORANG guru di Sekolah Luar Biasa Gelora Karya di Desa Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka tengah mengajari siswanya di sekolah, Jumat, 17 Januari 2020. Sekolah etsrebut terancam tergusur oleh pembangunan RS Cideres.* /TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

Keresahan serupa dialami sejumlah orangtua murid yang menyekolahkan anaknya di SLB tersebut.

Baca Juga: Penelitian: Minum Kopi 3 Kali Sehari Dapat Sebabkan Migrain

Mereka berharap, gedung sekolah baru tidak jauh dari sekolah yang di­tempatinya sekarang. Soalnya, apa­bila jauh, butuh biaya transportasi. 

”Kami keberatan kalau sekolah digusur sebelum ada pengganti tempat belajar anak-anak kami. Harus ada solusi terlebih dulu. Bagai­mana­pun, ini menyangkut pendidikan anak-anak kami,” ujar Irma, salah seorang orangtua murid.

Hal senada disampaikan Warni, orangtua murid lainnya. Dia ber­ha­rap, Pemkab Majalengka bisa lebih bijaksana dalam mengambil kepu­tus­an.

Baca Juga: Selain Alpukat dan Jeruk, Simak 4 Buah yang Harus Dikonsumsi Pemilik Kulit Berminyak

”Kami paham rumah sakit itu penting. Namun, sekolah juga pen­ting. Apalagi ini sekolah anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak semua wilayah kecamatan memiliki­nya. Sekolah SLB yang ada jaraknya lumayan jauh dari Cideres yaitu di Jatiwangi dan Majalengka,” ujarnya. 

Sementara itu, Direktur RSU Ci­deres, Asep Suandi, mengakui bahwa bekas kantor Kecamatan Dawu­an dan Sekolah SLB tersebut akan dipergunakan untuk perluasan ru­mah sakit sebagai ruang isolasi. 

Ha­nya, kata Asep, pembangunannya ma­sih dalam proses sehingga sekolah SLB masih bisa dipergunakan selama pembangunan belum dimulai.

Baca Juga: Cari Pimpinan Badan Otorita Ibu Kota untuk IKN di Kalimantan Timur, Jokowi: Ini Harus Orang Kelas Berat

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X