Sunda Empire Sudah Ditangani Kodim Tahun Lalu, Viral Belakangan karena Latah Keraton Agung Sejagat

- 17 Januari 2020, 18:28 WIB
DOKUMENTASI kegiatan Sunda Empire yang tengah ramai diperbincangkan. Sunda Empire ternyata sudah ditangani TNI pada tahun lalu. Viral belakangan karena kasus Keraton Agung Sejagat.* /ISTIMEWA

PIKIRAN RAKYAT - Komunitas Sunda Empire-Earth Empire atau SE-EE yang ramai diperbincangkan di media sosial ternyata sudah ada sejak 2018 silam. Hanya saja komunitas yang tidak terdaftar sebagai Ormas di Kesbangpol Kota Bandung tersebut sudah dihentikan aktivitasnya.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Bandung, Sony membenarkan hal tersebut. Menurut Sony, sebenarnya viralnya Sunda Empire ini dikarenakan adanya berita mengenai Keraton Agung Sejagat yang dirajai Totok Santosa dan Dyah Gitarja di Purworejo.

"Sudah lama kejadiannya, hanya saja jadi latah karena kejadian di Purworejo. Jadi hal yang sudah dibereskan oleh Kodim 0618/BS dimunculkan kembali," kata Sony saat diwawancarai via sambungan telefon pada Jumat 17 Januari 2020.

Baca Juga: Soal Munculnya Sunda Empire, Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres di Republik Ini

Menurut Sony, Sunda Empire-Earth Empire ini tidak terdaftar di Kesbangpol Kota Bandung. "Maka dari itu jika ada Ormas baru pasti kita pantau keberadaanya, kita selalu kerjasama dengan TNI dan Polri untuk memantau pergerakan tersebut," katanya.

loading...

Kepala Seksi Teritorial Kodim 0618/BS Mayor (Inf) Muhammad Faisal Efendi membenarkan bahwa komunitas Sunda Empire-Earth Empire pernah ada di Kota Bandung. Hanya saja keberadaanya telah ditegur dan ditangani oleh Kodim 0618/BS karena menggunakan pakaian yang mirip seragam militer.

"Kejelasannya bisa tanya ke staf intel, karena mereka yang berkaitan langsung dengan kejadian tersebut," ucapnya.

Baca Juga: Bawa Uang 1 Miliar Dolar, Microsoft Bakal Investasi di Indonesia

Faisal juga menegaskan, tidak boleh mendirikan dan mendeklarasikan negara di dalam negara karena hal tersebut tentunya berbenturan dengan undang-undang. "Kalau ada ya tidak dapat ditolerir, siapapun pelakunya akan berhadapan dengan kami," katanya.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X