Minggu, 31 Mei 2020

Beri Dua Pilihan Solusi untuk Para Tunanetra Eks Penghuni Wyata Guna, Kemensos: Tinggal Pilih Mau yang Mana?

- 17 Januari 2020, 15:31 WIB
PENGHUNI Balai Wyata Guna berlindung di bahu jalan, trotoar, dan halte di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu, 15 Januari 2020. Kemensos menyediakan dua pilihan solusi untuk mereka.* /ARIF HIDAYAH/PR

“Terakhir, Permensos 18 Tahun 2018 yang kini berlaku, telah sesuai dengan perundang-undangan. Permensos No 18/2018 diterbitkan untuk memastikan komitmen Kemensos terhadap layanan penyandang disabilitas yang berkualitas secara menyeluruh,”ujar dia.

Sementara itu dalam bahan konferensi pers, Edi Suharto menuturkan bahwa pihaknya mencermati polemik yang terjadi seputar berakhirnya masa retensi penerima manfaat di Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Tuna Netra Wyata Guna.

Pihaknya dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos memandang perlu untuk menyampaikan dan meluruskan beberapa hal agar tidak terjadi kesalahan persepsi dan misinformasi yang mencerabut fakta yang sesungguhnya terjadi.

Baca Juga: Soal Munculnya Sunda Empire, Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres di Republik Ini

“Kami sangat menyesalkan polemik yang mengemuka terkait berakhirnya masa retensi penerima manfaat. Hal ini seharusnya tidak perlu terjadi. Dalam situasi seperti ini, kami mengajak semua pihak berpikir jernih. Sebab, sikap emosional rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar dia.

Edi menegaskan bahwa tidak ada pengusiran yang dilakukan oleh Balai Wyata Guna kepada penerima manfaat. Yang terjadi, penerima manfaat telah berakhir masa retensinya, atau sudah memasuki tahapan terminasi.

Seperti diketahui, fungsi balai merupakan wadah pembinaan yang bersifat sementara bagi penerima manfaat. Bukan tempat permanen. Hal itu merupakan proses normal, dan sudah dipahami sejak pertama penerima manfaat menjadi binaan di balai.

Baca Juga: Data Pribadi Sering Dijual Tanpa Izin, Perlindungan Konsumen E-Commerce di Indonesia Nihil

“Pada tahapan terminasi ini, saudara-saudara penerima manfaat yang telah mendapatkan berbagai bentuk pelayanan dan pembinaan selama di Balai, terikat oleh ketentuan untuk harus kembali kepada keluarga dan lingkungan masyarakat. Sebab ada saudara-saudara kita yang lain, yang antre dan akan masuk serta mendapat pembinaan di Balai,”ucap dia.

Dengan bekal yang telah diberikan oleh Balai Wyata Guna, di luar sana, mantan penerima manfaat dapat menyongsong masa depan cerah. Berkiprah di masyarakat yang siap menerima mereka.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X