Jumat, 3 April 2020

Tak Pernah Ditahan, Satu Keluarga Kaget Dituntut 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi

- 16 Januari 2020, 12:05 WIB
SAKSI mantan Ketua Bappeda, Didi sedang memberi kesaksian kasus korupsi sistem pembuangan air limbah (SPAL) di Kota Cimahi tahun anggaran 2015, di Pengadilan Tipikor Bandung, beberapa waktu lalu.* /YEDI SUPRIADI/PR

Namun saat pelaksanaan, Panitia Pengadaan Tanah justru salah melakukan pembayaran bidang tanah yang akan digunakan untuk pembangunan IPAL.

Hal tersebut terjadi karena terdakwa Agus Anwar selaku Lurah Leuwi Gajah dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), mengukur tanah milik orang lain yang tidak ada kaitannya dengan pengadaan tanah tersebut.

Baca Juga: Pemahaman Proses Bisnis Kunci Penting Pengembangan UMKM

"Setelah dibayar, ternyata pemilik tanahnya ini protes dengan bukti sertifikat tanah. Sedangkan si lurah hanya punya warkah tanah yang dia buat sendiri. Intinya dia menipu pihak terkait, yang penting anggaran pembuatan SPAL itu cair," ujarnya.

Akibat perbuatannya, para terdakwa dijerat pasal 2 sebagaimana dakwaan primair, dan pasal 3 UU Tipikor.

Terhadap tuntutan itu Penasihat Hukum terdakwa Agus Anwar, Harles Silaban, akan mengajukan pembelaan pada sidang yang akan datang.

loading...

" Kami selaku penasihat hukum Agus Anwar, akan mengajukan pledoi. Kami menilai tuntutan terhadap kliyen kami Agus terlalu tinggi, kliyen kami telah mengembalikan kerugian negara, itu tidak dipertimbangkan oleh jaksa," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X