Jumat, 3 April 2020

Tak Pernah Ditahan, Satu Keluarga Kaget Dituntut 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi

- 16 Januari 2020, 12:05 WIB
SAKSI mantan Ketua Bappeda, Didi sedang memberi kesaksian kasus korupsi sistem pembuangan air limbah (SPAL) di Kota Cimahi tahun anggaran 2015, di Pengadilan Tipikor Bandung, beberapa waktu lalu.* /YEDI SUPRIADI/PR

Para terdakwa  yang selama disidangkan tidak ditahan di rumah tahanan melainkan jadi tahanan kota tersebut, terlihat kaget begitu mendegar tuntutan terhadap mereka selama 7, 5 tahun.

Dalam sidang yang dipimpin I Gede Dewa Pradita, JPU Kejari Cimahi Aep Saepulloh menyatakan, terdakwa Agus Anwar sebagai Lurah Leuwi Gajah dan panitia pengadaan tanah, dan para terdakwa lainnya  telah memperkaya diri sendiri dan orang lain sehingga mengakibatkan negara rugi sekitar Rp 2,375 miliar. 

Baca Juga: Tawuran di Depok Terus Terjadi, Ekstrakurikuler dan Guru Jadi Kunci

Perbuatan yang dilakukan terdakwa Agus, dengan sengaja tidak melakukan penelitian terhadap tanah yang akan dibebaskan. Sehingga terjadi kesalahan pembayaran tanah.

Terdakwa Agus telah memperkaya dirisendiri sebesar Rp 250 juta, dan memperkaya terdakwa Ali Rp 150 juta, terdakwa Jaji Rp 150 juta, terdakwa Rd Soeparman Rp 145 juta, dan terdakwa Rita Rp 76 juta.

Kemudian terdakwa Karwati Rp 80 juta, terdakwa Cartika Rp 80 juta, almarhum Tarya Atmaja Rp 1,29 miliar, dan saksi Dul Gani Rp 148 juta.

loading...

JPU menyebutkan perbuatan itu terjadi berawal Pemkot Cimahi bekerjasama dengan Australia untuk program Hibah Sanitasi-Australia Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation (SAIIG) melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Baca Juga: Muhammad Farhan, WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Bebas

Agar program tersebut berjalan, Pemkot Cimahi harus menyediakan lahan seluas 10.000 meter persegi. Akhirnya lahan tersebut didapat di RT 08/02 Kampung Saradan, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.

"Kemudian dibentuk Panitia Pengadaan Tanah yang mengurus proses jual beli lahan sampai siap digunakan," ujar jaksa.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X