Sabtu, 22 Februari 2020

Tak Pernah Ditahan, Satu Keluarga Kaget Dituntut 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi

- 16 Januari 2020, 12:05 WIB
SAKSI mantan Ketua Bappeda, Didi sedang memberi kesaksian kasus korupsi sistem pembuangan air limbah (SPAL) di Kota Cimahi tahun anggaran 2015, di Pengadilan Tipikor Bandung, beberapa waktu lalu.* /YEDI SUPRIADI/PR

PIKIRAN RAKYAT – Satu keluarga, terdiri dari enam orang sekaligus, jadi terdakwa dugaan korupsi pengadaan lahan pembuatan Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Kota Cimahi TA 2015.

Keenamnya selama sidang tidak ditahan di rumah tahanan, dan hanya jadi tahanan kota.

Mereka pun kaget, ketika jaksa membacakan tuntutan, masing-masing terancam hukuman 7,5 tahun penjara.

Baca Juga: Teja Paku Alam Gabung Persib Bandung, Bobotoh Ucapkan Selamat Datang 

Enam terdakwa yang merupakan satu keluarga ahli waris Rd Witardja, dan tuntutan serupa juga dijatuhkan pada Lurah Leuwigajah Cimahi, Agus Anwar, dalam kasus yang sama.

Keenam orang ahli waris Rd Witardja yakni, Ali Carda Atmaja, Jaji Rudiya, Rd Soeparman, Rita Rosita, Karwati, dan Kartika.

Selain tuntutan kurungan, jaksa penuntut umum Aep Syaepulloh juga mengenakan denda masing masing harus bayar Rp 300 juta, subsidair tiga  bulan kurungan.

Kemudian terdakwa diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar yang mereka terdakwa terima.

Baca Juga: Di Antara Tawaran Klub Lain, Kiper Timnas Indonesia Teja Paku Alam Pilih Persib

Tuntutan itu, dibacakan jaksa penuntut umum Kejari Cimahi  dalam  sidang tuntutan kasus korupsi pengadaan lahan pembuatan Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Kota Cimahi TA 2015, di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu, 15 Januari 2020.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X