Laju Pengangkutan Sampah dari Kota Bandung Melambat, Oded Dorong Penerapan Kang Pisman

- 8 Januari 2020, 07:13 WIB
WALI Kota Bandung Oded M Danial bersama unsur Muspika Cinambo memukul botol plastik menandai kegiatan Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu, bertempat di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/RETNO HERIYANTO/PR /Retno Heriyanto

"Kami belajar saat menghadiri Zero Waste City Conference di Penang, Malaysia, beberapa waktu lalu. Ada metode pipe composting dengan hasil cukup efektif mengurangi timbulan sampah organik. Mudah-mudahan masyarakat Kota Bandung dapat menerapkan metode itu, pelaksanaannya sederhana, dan murah," tutur Oded.

Pada kesempatan terpisah, (pjs) Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Gun Gun Saptari Hidayat memaparkan, laju peningkatan volume sampah terangkut ke TPA beriringan dengan pertambahan jumlah penduduk. Peningkatan mencapai 5-10% dalam hitungan satu tahun. Peningkatan menjadi 4% pada 2019.

Baca Juga: Humas Polda Jabar Benarkan Laporan Rizky Febian Terkait Kejanggalan Meninggalnya Lina Jubaedah

"Tren peningkatan melambat pada 2019. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi hal itu, di antaranya program Kang Pisman. Pelambatan atas laju peningkatan pada 2019 memang belum menjadi ukuran. Kami terus berupaya, agar laju peningkatan volume sampah melambat, bahkan berkurang secara keseluruhan," tutur Gun Gun.

Program Kang Pisman, ucap Gun Gun, sebenarnya masih di tengah tahapan sosialisasi. Pihaknya bersama Pemkot Bandung menargetkan penurunan volume sampah yang terangkut ke TPA mulai pada 2021.

Terdapat tiga langkah utama dalam mencapai target tersebut, yakni memperkuat sosialisasi, memperbanyakan kawasan model percontohan (segmen rumah tinggal, kawasan kewilayahan, mal, rumah sakit, dan lain-lain), mengadakan focus group discussion (FGD).

Baca Juga: Penerapan Upah per Jam Tak Sederhana, Pemerintah Harus Pikirkan Matang-matang

Masyarakat beroleh kebebasan menentukan penerapan metode pengolahan sampah.

"Pak Wali Kota (Oded M Danial) menawarkan metode maggot, dan pipe composting kepada masyarakat. Masyarakat boleh memilih penerapan metode lain. Salah satu tujuan pelaksanaan FGD, menyusun perencanaan pengolahan sampah guna mengurangi timbulan secara berbarengan dengan masyarakat," ucap Gun Gun memaparkan.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X