Jumat, 10 April 2020

Laju Pengangkutan Sampah dari Kota Bandung Melambat, Oded Dorong Penerapan Kang Pisman

- 8 Januari 2020, 07:13 WIB
WALI Kota Bandung Oded M Danial bersama unsur Muspika Cinambo memukul botol plastik menandai kegiatan Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu, bertempat di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/RETNO HERIYANTO/PR /Retno Heriyanto

PIKIRAN RAKYAT - Peningkatan volume sampah dari Kota Bandung yang diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 4% pada 2019. Pada tahun-tahun sebelumnya, peningkatan volume sampah yang diangkut 5-10% per tahun. Jumlah pengangkutan sampah Kota Bandung ke TPA per Mei 2019, mencapai rata-rata 1.323 ton per hari.

Wali Kota Bandung Oded M Danial kembali mendorong masyarakat menerapkan semangat kurangi, pisahkan, manfaatkan (Kang Pisman). Masyarakat dapat mengolah sampah dengan menerapkan black fly soldiers (maggot, belatung pemakan sampah), pipe composting, atau metode lain yang sesuai kemampuan.

"Pengolahan sampah dengan penerapan metode maggot turut mengurangi laju peningkatan sampah dari Kota Bandung ke TPA," ucap Oded di Bandung, Selasa 7Januari 2020.

Baca Juga: PNS Terdampak Banjir Bisa Cuti Hingga 1 Bulan, Menteri PANRB: Karena Alasan Penting

Oded berpesan kepada tim koordinasi agar meningkatkan kinerja, termasuk perihal pendataan hasil pengolahan sampah dengan metode maggot. Tim perlu beroleh data akurat atas hasil pengolahan sampah dengan metode maggot.

Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, terdapat 14 lokasi pengolahan sampah organik (di luar bank sampah). Beberapa di antaranya menerapkan metode maggot. Sekitar 3.169 ton sampah organik terolah dari titik-titik pengolahan tersebut.

Oded mengatakan, sudah lumayan banyak masyarakat yang menerapkan metode maggot dalam pengolahan sampah organik. Pemkot berupaya agar sebaran titik pengolahan sampah dengan metode maggot kian banyak.

Baca Juga: Korban Reynhard Sinaga Buka Suara, Tak Beritahu Keluarga hingga Minta Dokter Angkat Ususnya

Selain maggot, masyarakat dapat mengolah sampah organik dengan menerapkan metode pipe composting yang mirip dengan biopori.

"Kami belajar saat menghadiri Zero Waste City Conference di Penang, Malaysia, beberapa waktu lalu. Ada metode pipe composting dengan hasil cukup efektif mengurangi timbulan sampah organik. Mudah-mudahan masyarakat Kota Bandung dapat menerapkan metode itu, pelaksanaannya sederhana, dan murah," tutur Oded.

Pada kesempatan terpisah, (pjs) Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Gun Gun Saptari Hidayat memaparkan, laju peningkatan volume sampah terangkut ke TPA beriringan dengan pertambahan jumlah penduduk. Peningkatan mencapai 5-10% dalam hitungan satu tahun. Peningkatan menjadi 4% pada 2019.

Baca Juga: Humas Polda Jabar Benarkan Laporan Rizky Febian Terkait Kejanggalan Meninggalnya Lina Jubaedah

"Tren peningkatan melambat pada 2019. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi hal itu, di antaranya program Kang Pisman. Pelambatan atas laju peningkatan pada 2019 memang belum menjadi ukuran. Kami terus berupaya, agar laju peningkatan volume sampah melambat, bahkan berkurang secara keseluruhan," tutur Gun Gun.

Program Kang Pisman, ucap Gun Gun, sebenarnya masih di tengah tahapan sosialisasi. Pihaknya bersama Pemkot Bandung menargetkan penurunan volume sampah yang terangkut ke TPA mulai pada 2021.

Terdapat tiga langkah utama dalam mencapai target tersebut, yakni memperkuat sosialisasi, memperbanyakan kawasan model percontohan (segmen rumah tinggal, kawasan kewilayahan, mal, rumah sakit, dan lain-lain), mengadakan focus group discussion (FGD).

Baca Juga: Penerapan Upah per Jam Tak Sederhana, Pemerintah Harus Pikirkan Matang-matang

Masyarakat beroleh kebebasan menentukan penerapan metode pengolahan sampah.

"Pak Wali Kota (Oded M Danial) menawarkan metode maggot, dan pipe composting kepada masyarakat. Masyarakat boleh memilih penerapan metode lain. Salah satu tujuan pelaksanaan FGD, menyusun perencanaan pengolahan sampah guna mengurangi timbulan secara berbarengan dengan masyarakat," ucap Gun Gun memaparkan.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X