Rabu, 1 April 2020

Walhi Berharap Indonesia Jadi Pemimpin dalam Upaya Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

- 19 Desember 2019, 14:54 WIB
GUNUNG es mengapung di Teluk Andvord, Antartika, 14 Februari 2018 lalu.*/REUTERS /null

PIKIRAN RAKYAT - Organisasi lingkungan independen Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) berharap Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca guna mengekang perubahan iklim.

"Yang ingin kita lihat Indonesia memiliki leadership (kepemimpinan) dalam misalnya menunjukkan ambisi untuk meningkatkan komitmen (menurunkan) emisinya," kata Direktur Eksekutif WALHI Nasional Nur Hidayati dalam konferensi pers perihal Catatan Akhir Tahun WALHI tentang Perubahan Iklim di di Jakarta Selatan, Kamis, 19 Desember 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia menyayangkan Pemerintah Indonesia tidak menyampaikan penguatan ambisi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berlangsung 2-13 Desember di Madrid, Spanyol.

Baca Juga: Kearifan Lokal Senjata untuk Atasi Perubahan Iklim

Hasil akhir konferensi tersebut dianggap mengecewakan, karena menyatakan adanya "keperluan mendesak" memangkas emisi karbon sesuai Perjanjian Paris tanpa disertai komitmen negara-negara maju meningkatkan target penurunan emisi karbon.

loading...

"Ini sebenarnya satu yang menurut kami agak mengecewakan," katanya.

Nur menuturkan, rencana pembangunan nasional masih mencakup penggunaan bahan bakar fosil yang bisa meningkatkan signifikan emisi gas rumah kaca.

"Walaupun di dalam COP tersebut Indonesia juga memaparkan tentang LCDI (Low Carbon Development Indonesia/Pembangunan Rendah Karbon Indonesia) yang sudah dirumuskan oleh pemerintah Indonesia, tapi perlu dilihat lagi bagaimana LCDI ini, apakah akan benar-benar tercermin dalam RPJMN," ia melanjutkan.

Dalam upaya menerapkan kebijakan pembangunan yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan pencapaian target pembangunan di berbagai sektor sekaligus mengendalikan perubahan iklim dan melestarikan lingkungan, Pemerintah Indonesia berupaya mengarusutamakan kerangka kerja Pembangunan Rendah Karbon ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X