Senin, 24 Februari 2020

Soal Kota Peduli HAM dan Insiden Pembongkaran di Tamansari Bandung, Oded M. Danial: Da Kabeh Ge Budak Mang Oded

- 14 Desember 2019, 18:51 WIB
ANAK-ANAK menangis saat proses pembongkaran rumah warga di RW 11 Tamansari, Kota Bandung, Kamis 12 Desember 2019.* /ARIF HIDAYAH/PR

"Yang jelas terjadinya kasus kemarin, Mang Oded sendiri tidak mau terjadi seperti itu sesungguhnya, sampai ada yang korban, da kabeh ge budak Mang Oded. Tapi kan kalau Mang Oded membiarkan program pembangunan pemerintah macet, stagnasi. Padahal tujuannya ingin mensejahterakan mereka, memperbaiki rumah mereka, ya saya kira mangga lah terserah publik itu," ujar Oded M. Danial dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Jumat 13 Desember 2019.

Baca Juga: Sarat Masalah sejak Perencanaan sampai Penggusuran, Begini Kronologi Proyek Rumah Deret Tamansari

Oded M. Danial menyebut, polemik rumah deret terjadi hanya karena ada warga yang belum paham.

Menurut dia, program penataan kawasan kumuh Tamansari ini prosesnya sudah cukup lama, yaitu sejak wali kota Bandung dijabat Dada Rosada.

Sehingga, dia hanya meneruskan program yang didukung juga oleh pemerintah pusat saat itu.

"Diawali 2010, mereka (Warga RW 11 Tamansari), oleh Pemkot diberi kebijakan tanah itu tidak disewa atau tidak dipungut, karena kami sudah peringatkan bahwa kami, Pemkot Bandung, mempunyai program (Rumah Deret). Itu di zaman dulu sebelum Mang Oded Kang Emil jadi (pemimpin), pada zaman Mang Oded-Kang Emil, kami melanjutkan program itu," tuturnya.

Baca Juga: Dukung Pembangunan Rumah Deret, Puluhan Warga RW 11 Tamansari Sambangi Kantor Wali Kota Bandung

Setelah itu, kata Oded M. Danial, Pemkot Bandung melakukan mediasi demi mediasi yang akhirnya menghasilkan keputusan bahwa dari 198 Kepala Keluarga (KK) RW Tamansari, 176 KK di antaranya sudah menyetujui proyek tersebut, karena mereka paham bahwa mereka akan kembali lagi ke tempat masa kecilnya itu dengan kondisi layak huni.

"Jadi, bukan penggusuran, tapi kami punya program yang ingin menyejahterakan masyarakat di situ dengan konsep pembangunan rumah layak huni atau program penataan kawasan kumuh," ujarnya.

Oded M. Danial menuturkan, Pemkot Bandung juga perlu memperhatikan 90 persen hak warga yang sudah setuju.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: PRFMNEWS.COM

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X