Kamis, 23 Januari 2020

Gelar Ruwatan, Seniman Protes Ide Ridwan Kamil Ubah Pondok Seni Jadi Waterboom

- 14 Desember 2019, 11:31 WIB
RUWATAN Nolak Pondok Seni Pangandaran jadi Waterboom, di Pusat Pengembangan Kebudayaan (dulu YPK) Jalan Naripan Bandung, Jumat 13 Desember 2019.* /RETNO HERIYANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Seniman Budaya gelar Ruwatan Nolak Pondok Seni Pangandaran jadi Waterboom, menolak ide Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Rencana Pondok Seni Pangandaran disulap menjadi Waterboom dinilai mematikan upaya recovery Pandandaran pasca peristiwa tsunami 17 Juli 2006.

"Kenapa harus di Pondok Seni (Pangandaran) yang selama ini menjadi aktivitas kami mengolah rasa, karsa dan raga,” ujar Ketua Paguyuban Seni Ronggeng (Paser) Iyus Rusliadi, di sela aksi, di Pusat Pengembangan Kebudayaan (dulu YPK) Jalan Naripan Bandung, Jumat 13 Desember 2019.

Baca Juga: Jalan Alternatif di Garut Ini Sudah Dapat Dilewati Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Diungkapkan Iyus, seniman dan budayawan dari Pangandaran, Ciamis, Banjar dan bahkan dari Tasikmalaya serta Garut yang tergabung dalam Paser. Mereka, setelah peristiwa tsunami, 17 Juli 2006, berupaya untuk memulihkan Pangandaran.

“Namun kini di saat Pangandaran sudah kembali pulih bahkan berkembang, justru apa yang kami lakukan tidak dihargai oleh pemerintah,” ujar Iyus.

Sementara budayawan Jabar, Memet M. Hamdan mengungkapkan, tempat yang akan dibangun itu, selama ini menjadi pusat kebudayaan masyarakat sekitar.

"Kenapa harus dimatikan begitu saja dengan ide atau rencana yang belum jelas manfaat dan faedahnya untuk masyarakat sekitarnya,” ujar Memet.

Baca Juga: Indeks Pembangunan Kebudayaan Jabar Jeblok Salah Siapa?

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X