Sabtu, 28 Maret 2020

Buntut Kerusuhan Penggusuran di Tamansari Bandung, Video Polisi Memukuli Warga Tengah Didalami

- 13 Desember 2019, 13:45 WIB
SEJUMLAh Satpol PP dan Polisi mengadang warga, kuasa hukum, dan aktivis saat berlangsungnya proses pembongkaran rumah warga di RW 11 Tamansari, Kota Bandung, Kamis 12 Desember 2019. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung menyebut eksekusi lahan yang dilakukan tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum pihak warga masih melayangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung terkait izin lingkungan pembangunan Rumah Deret.* /ARIF HIDAYAH/PR

PIKIRAN RAKYAT - Kasus penggusuran di Tamansari Kota Bandung pada Kamis 12 Desember 2019 menuai banyak atensi serta kecaman masyarakat.

Pasalnya di media sosial banyak beredar video pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat proses penggusuran berlangsung.

Terkait beredarnya video pemukulan tersebut, Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema mengatakan pihaknya akan mendalami video aparat kepolisian yang memukuli warga.

Baca Juga: Buntut Ricuh Pembongkaran Sejumlah Rumah di Tamansari Kota Bandung, 25 Orang Diperiksa Polisi

"Karena menyangkut video visualisasi, sedang kita dalami," kata Irman di Polrestabes Bandung, Jumat 13 Desember 2019 seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Sejumlah video beredar di media sosial yang memperlihatkan pemukulan secara brutal yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam proses eksekusi lahan yang masih menjadi sengketa tersebut.

loading...

Bahkan dalam salah satu video yang beredar, ada yang memperlihatkan aparat TNI menarik satu orang wara kearah kerumunan polisi, kemudian para aparat kepolisian tersebut mengeroyok warga itu.

Baca Juga: Jasad Bayi yang Ditemukan di Tumpukan Jerami Rupanya Dihabisi Ibu Sendiri

Tidak hanya itu, lokasi penggusuran yang berdekatan dengan mall yaitu Baltos (Balubur Town Square) juga terekam dalam video saat warga yang lari pontang-panting kedalam mall lantaran dikejar aparat kepolisian.

Sejumlah video yang beredar dan menuai banyak kecaman netizen tersebut diduga direkam oleh warga yang sedang belanja di Baltos.

"Kami akan berkoordinasi dengan bagian siber di Polda Jawa Barat dan juga Bidang Humas untuk bisa secara akurat menjelaskan peristiwa itu," ujar Irman.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Sumber: Antara

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X