Selasa, 28 Januari 2020

Pemulihan sejak Zaman SBY, Kawasan Bandung Utara Kritis Tidak Kunjung Sembuh akibat Penyakit 'Cebcul'

- 11 Desember 2019, 09:35 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menyiram pohon sesaat setelah ditanam di salah satu area lahan kritis saat acara penanaman pohon yang diinisiasi Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat di Kawasan Bandung Utara di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin 9 Desember 2019.* /ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- Ketua Perhimpunan Masya­rakat Desa Hutan Indonesia (PMDHI) Jawa Barat, Lee Roy Matita, menilai bahwa selama ini, penyakit umum penghijauan adalah ”cebcul”.

Artinya, setelah ditanam (nanceb) kemudian dilupakan bahkan ditelantarkan (diculkeun). Dengan demikian, bibit-bibit tanaman yang ditanam itu dibiarkan hidup seadanya, bahkan kemudian mati.

Seingat Roy, upaya pemulihan lahan kritis, termasuk di Bandung utara, sudah berlangsung sejak tahun 2004 sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan.

Baca Juga: Ridwan Kamil Terbitkan Pergub Kawasan Bandung Utara Januari 2020, Bangunan Tanpa Rekomendasi Disasar

Langkah rehabilitasi lingkungan di Bandung utara kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten, sejak masih berada di wilayah administratif Kabupaten Bandung hingga kini Kabupaten Bandung Barat.

”Niatnya untuk memulihkan lingkungan dan mengubah lahan kritis menjadi hijau itu sesuatu yang baik. Namun, seharusnya, tanamanan itu diurus secara permanen, jangan diculkeun, harus ada kontrol intensif agar keberadaan tanaman selalu terjaga,” ujar Roy, yang juga berdomisili di daerah Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Ia menuturkan, sudah ba­nyak penanaman dilakukan, tapi tidak diurus karena ber­henti pada acara seremonial. Ia berharap, program penanaman sekarang ini disertai dengan alokasi anggaran untuk mengurus agar program penanaman sukses.

Baca Juga: Walhi Jabar Tunggu Keseriusan Pemerintah Rehabilitasi Lingkungan Bandung

Meskipun demikian, sejak 15 tahun terakhir, setelah bergonta-ganti pelaksana pemulihan lahan kritis di Bandung utara, hasil yang sudah tampak hasilnya masih hanya sekitar 20%.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X