Lahan Kritis di KBU Makin Meluas, Penanganan Harus Melibatkan Warga

- 10 Desember 2019, 14:24 WIB
LAHAN pertanian memenuhi sebagian besar Kawasan Bandung Utara (KBU) yang semula merupakan kawasan resapan, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis, 10 Oktober 2019. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat mencatat, dari total luas KBU yang mencapai 40.000 hektare, sekitar 70 persen diantaranya telah beralih fungsi sehingga berpotensi mengakibatkan berbagai macam bencana seperti banjir bandang, serta longsor di Kota Bandung.*/ANTARA /

PIKIRAN RAKYAT - Lahan kritis Kawasan Bandung Utara dari tahun ketahun terus bertambah hingga mencapai 37 ribu hektar lebih.

Terdapat 36 ribu hektar yang dikelola Perhutani, dan diswakelola dengan masyarakat, serta 1.450 hektar lahan milik pribadi.

Demikian diungkapkan Komandan Satuan Tugas Sektor 22 Citarum Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, disela kegiatan Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Bagian Hulu di Kawasan Bandung Utara, Senin 9 Desember 2019 yang dipusatkan di Caringin Tilu, Ds/Kec. Cimenyan Kab. Bandung.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Rp 5 Ribu Triliun, Ekonom Sebut Masih Aman

“Untuk prioritas utama penanganan lahan kritis di KBU terdapat di wilayah Cimenyan mulai dari Punclut hingga Oray Tapa. Karena kawasan tersebut selain menjadi kawasan usaha masyarakat, juga menjadi kawasan hunian,” ujar Asep.

Diungkapkan Asep, sepanjang program penghijauan yang dilakukan sejumlah pihak di KBU, 64 persen diantaranya gagal.

Selain tanaman mati akibat kondisi suhu musim kemarau panjang serta tidak dilakukan pemeliharaan, juga karena dengan sengaja dicabut oleh masyarakat penggarap.

Baca Juga: Milenial Rentan Terpapar Radikalisme, BNPT Bentuk Duta Damai Dunia Maya

“Karenanya, hingga saat ini kita masih melakukan pendataan ulang berapa jumlah kawasan lahan kritis di KBU, milik Perhutani dan dikelola Perhutani maupun milik Perhutani yang dikelola warga serta milik pribadi," KATANYA.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X