Masuk Zona Merah, Solusi Ini Harus Dilakukan Cimahi

- 6 Desember 2019, 09:55 WIB
RUAS jalan di Kota Cimahi.* /RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR) - Kota Cimahi masuk dalam zona merah sumber air tanah dalam yang menjadi salah satu pemicu penurunan tanah (land subsidence). Eksploitasi air tanah berlebihan membuat Kota Cimahi bakal mengalami krisis air berkepanjangan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi M. Nur Kuswandana mengatakan hal itu, Kamis 5 Desember 2019.

"Saat ini, titik air dengan kedalaman lebih dari 40 meter, kuantitas serta kualitas air sudah tidak memadai. Cimahi sudah masuk ke zona merah sumber air dangkal dan sumber air dalam. Sudah tidak lagi membuka titik air baru, lantaran eksploitasi berlebihan yang dilakukan, terutama oleh industri," katanya.

Potensi kekeringan sudah terasa saat ini. "Mungkin puncaknya sama seperti yang dialami Kota Bandung dan kota lainnya, tahun 2030 atau lebih. Sekarang sudah terasa, dan kondisi kekeringan ini memang fenomena global di kota besar," ucapnya.

Baca Juga: Jadi Korban Bully, Remaja Putri di Garut Nekad Bunuh Diri

Perusahaan di kawasan industri Kota Cimahi memiliki sumber air berupa sumur lebih dari satu titik dengan penggunaan berlebihan untuk proses produksi.

"(Agar terhindar dari zona merah sumber air tanah, red) Solusinya mereka harus melakukan daur ulang air limbah yang dihasilkan. Jangan langsung dibuang tapi harus bisa diolah lagi. Jangan terus menyedot air tanah tapi tidak ada upaya rehabilitasi lingkungan," ujarnya.

 Masuknya Cimahi menjadi salah satu kota dengan zona merah sumber air tanah ini memang akan memicu penurunan tanah, namun Nur menilai kondisinya tidak akan separah di wilayah selatan Bandung.

"Faktor lain berupa tekanan infrastruktur di atasnya. Cimahi memang bekas endapan danau purba, tapi bukan bagian terendah melainkan bagian terluarnya, jadi dampaknya ada tapi tidak akan terlalu signifikan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X