Rabu, 1 April 2020

Usulan RUU Bali Diajukan ke Kemendagri

- 5 Desember 2019, 19:31 WIB
KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti (kanan) menerima draft usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Provinsi Bali berserta naskah kajian akademik dari Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) dalam audiensi di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. Menurut Gubernur Wayan, UU tentang Provinsi Bali untuk memperkuat keberadaan Bali dengan kekayaan dan keunikan adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal yang telah terbukti menjadi daya tarik masyarakat dunia.*/ANTARA /

JAKARTA, (PR).- Usulan Rancangan Undang-Undang Provinsi Bali diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Usulan itu diajukan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pertemuannya dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kamis, 5 Desember 2019.

UU Provinsi Bali yang berlaku saat ini didasarkan pada UU Nomor 64 Tahun 1958.

Baca Juga: Promosi Pariwisata Indonesia, Pemerintah Andalkan TKI

UU tersebut didasarkan pada UU RIS (Republik Indonesia Serikat) Tahun 1950, di mana Bali, NTT, NTB adalah negara bagian dari Negara Republik Indonesia Serikat.

loading...

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan aspirasi terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi Bali yang juga telah dilakukan audiensi dengan Komisi II DPR RI pada 26 November 2019.

Koster mengatakan, Rancangan UU Provinsi Bali merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah ada selama 15 tahun.

"Kami laporkan juga bahwa tanggal 26 November yang lalu kami sudah audiensi ke Komisi II DPR RI, dilanjutkan ke Ketua DPD RI, dan kami bersyukur karena Komisi II DPR RI dan Ketua DPD RI memberikan respon yang sangat positif untuk mendukung usulan dari Provinsi Bali ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan sejumlah poin dasar pertimbangan Rancangan UU Provinsi Bali serta sistematika Rancangan UU Provinsi Bali yang terdiri dari 12 Bab dan 39 pasal.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X