Kembalikan Bandara Husein Sastranegara Bandung Sesuai Kapasitasnya

- 5 Desember 2019, 19:06 WIB
PESAWAT maskapai Lion Air mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Sabtu, 15 Juni 2019. Maskapai Lion Air adalah maskapai yang pertama kali memanfaatkan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati untuk rute penerbangan antarpulau, mulai 15 Juni 2019.* /ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Menanggapi Bandara Husein Sastranegara yang direkomendasikan untuk dihidupkan kembali, Pengamat Ekonomi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yudi Azis menyetujui dikembalikannya bandara tersebut sesuai kapasitasnya.

Menurut dia, inefisiensi jangan dibiarkan terjadi terlalu lama karena secara ekonomi biayanya terlalu besar.

“Konsentrasinya adalah potensi yang ada di Husein Sastranegara tidak terutilisasi dengan optimal seperti halnya yang pernah terjadi. Tentu perlu ada cara dan strategi untuk menguatkan lagi agar ekonomi bisa terdongkrak melalui peguatannya,” kata Yudi di Bandung, Kamis 5 Desember 2019.

Ia memaparkan, fenomena yang tampak saat ini adalah merosotnya jumlah penumpang. Berdasarkan informasi yang ia terima saat ini, hanya tersisa 10 persen dari total penumpang sebelum pemindahan.

Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara Bandung Direkomenadasikan Dihidupkan Kembali

Sementara harapan 90 persen penumpang lainnya pindah ke Kertajati, tidak tercapai.

“Itulah mekanisme pasar. Tidak bisa diselesaikan hanya dengan dipaksakan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, yang menjadi konsentrasi adalah kehadiran Tol Cisumdawu. Selama akses tersebut belum tersedia maka otomatis tidak akan pindah jika yang menjadi segmen pasar adalah Bandung.

Alasannya, banyak hal yang menjadi pertimbangan dari segmen Bandung untuk memilih antara Bandara Soekarno-Hatta dengan Kertajati.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X