Senin, 16 Desember 2019

Pengembangan Kawasan Kota Bandung Bagian Timur Perbesar Potensi Kerusakan Lingkungan

- 4 Desember 2019, 22:03 WIB
SEORANG anak bermain layangan di kawasan pembangunan di Jalan Rancasagatan, Gedebage, Kota Bandung, Selasa 4 Desember 2019.* /ARIF HIDAYAH

BANDUNG, (PR).- Tanpa kehati-hatian, pengembangan kawasan timur Bandung, terutama Gedebage, bakal memperbesar potensi kerusakan ekologis yang merugikan warga kota.

Salah satu ancaman terbesar adalah makin parahnya bencana penurunan muka tanah yang saat ini sudah terjadi.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat Meiki W. Paendong menyatakan, Pemkot Bandung seharusnya segera membuat KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) khusus untuk kawasan Gedebage sebagai pusat pengembangan kota (PPK) atau teknopolis.

Kajian ini yang akan menjadi dasar kebijakan pengembangan kawasan tanpa luput memperhatikan kelestarian lingkungan.

SEJUMLAH alat berat beroperasi di kawasan Sumarecon di Gedebage, Kota Bandung, Selasa 3 Desember 2019.*
SEJUMLAH alat berat beroperasi di kawasan Sumarecon di Gedebage, Kota Bandung, Selasa 3 Desember 2019.*

Menurut Meiki, KLHS untuk Gedebage mutlak dilakukan karena Pemkot sudah menetapkan kawasan ini sebagai pusat pengembangan di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Tanpa Istilah Teknopolis, Pembangunan di Bandung Timur Jalan Terus

Peningkatan volume aktivitas proyek, yang diikuti dengan penambahan populasi, bakal berdampak signifikan bagi lingkungan. Salah satu isu yang paling menonjol terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih.

“Tanpa kehati-hatian, pengembangan kawasan Gedebage justru bakal memperparah potensi kerusakan ekologis. Berbagai aktivitas dan populasi baru di sana pasti membutuhkan pasokan air baku. Dari mana asalnya? Bisa gawat kalau itu diambil dari eksploitasi air tanah dalam,” ujar Meiki, Rabu 4 Desember 2019 sore.

Kajian Tim Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap adanya penurunan muka tanah dalam laju signifikan di sejumlah titik di kawasan Bandung Raya.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X