Senin, 9 Desember 2019

Bandung Krisis Air Tanah, Pemkot Tawarkan Solusi

- 3 Desember 2019, 22:54 WIB
Kekeringan/DOK. PR /null

BANDUNG, (PR).- Kondisi air tanah pada sejumlah titik di Kota Bandung berkondisi kritis. Berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Barat pada 2006, titik air tanah kritis ditemukan di 12 kecamatan di Kota Bandung.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Jawa Barat membuat kajian pada 2017, area air tanah kritis di Kota Bandung bertambah luas daripada yang tercantum dalam peraturan gubernur.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Konservasi Air Tanah dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Salman Faruq di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Jalan, Jalan Aceh, Selasa 3 Desember 2019.

Perizinan beserta pengawasan penggunaan air tanah, ucap Salman, merupakan kewenangan Pemprov Jawa Barat.

Hal itu berlandasakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Terlepas dari hal itu, Pemkot Bandung menaruh perhatian konversi air tanah, menjalankan langkah sesuai kewenangan.

Baca Juga: Krisis Sumber Air Tanah, Industri Dilarang Tambah Titik Sumur Dangkal

"Wali Kota Bandung (Oded M. Danial) telah menerbitkan surat edaran kepada para pelaku usaha, masyarakat, pemangku kepentingan lainnya agar menerapkan water harvesting (memanen air), mengurangi penggunaan air tanah. Surat edaran tersebut terbit pada Agustus 2019," ucap Salman.

ILUSTRASI sawah kekeringan.*/ EVIYANTI/PR
ILUSTRASI sawah kekeringan.*/ EVIYANTI/PR

Surat edaran, ucap Salman, baru sebatas  imbauan kepada berbagai kalangan agar tak terlalu mengandalkan air tanah.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X