Jumat, 13 Desember 2019

Tanpa Istilah Teknopolis, Pembangunan di Bandung Timur Jalan Terus

- 3 Desember 2019, 20:34 WIB
SEJUMLAH alat berat beroperasi di kawasan Sumarecon di Gedebage, Kota Bandung, Selasa 3 Desember 2019.* /ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Meski tidak lagi secara spesifik mencantumkan istilah Teknopolis, Pemerintah Kota Bandung di bawah Oded M. Danial melanjutkan pengembangan kawasan Bandung Timur, terutama Gedebage, dalam konsep kota modern tersebut.

DPRD mengkritik selama lima tahun terakhir kebijakan yang mestinya jadi prioritas tersebut berjalan terlampau lamban. 

Istilah Teknopolis untuk kawasan Gedebage dicetuskan oleh bekas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menjabat sejak September 2013.

Istilah tersebut bahkan tercantum dalam beberapa dokumen resmi Pemkot, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018 hingga Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Pengaturan Zonasi (RDTR dan PZ).

Baca Juga: Pemprov Jabar Wacanakan Bikin Rumah Susun untuk ASN di Gedebage

Istilah Teknopolis merujuk pada konsep penataan ruang secara tematik yang menjadikan Gedebage sebagai pusat pengembangan bisnis dan industri berbasis teknologi tinggi.

Istilah Teknopolis pernah menuai kontroversi di awal pengenalannya. Salah satu tudingan terkait dengan keberadaan salah satu pengembang perumahan yang menguasai ratusan hektare di kawasan tersebut.

Ridwan Kamil membantah tudingan bahwa Teknopolis identik dengan pengembang tersebut. Justru pengembang itu yang akan jadi bagian dari Teknopolis.

Di bawah kepemimpinan Oded M. Danial, RPJMD Kota Bandung 2018-2023 tidak lagi mencantumkan secara spesifik istilah Teknopolis.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X