Sabtu, 7 Desember 2019

1.000 Ton Sampah Tak Terangkut per Hari, Kabupaten Bandung Kurang 650 Armada Pengangkut

- 3 Desember 2019, 16:48 WIB
PETANI menggarap lahan sawah miliknya yang berdampingan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Jalan Jaksa Naranata Timur, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa, 3 Desember 2019.* /ADE MAMAD/PR


SOREANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung mengakui jika jumlah sampah yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti baru sekitar 300-350 ton per hari.

Jumlah itu masih jauh dari rasio produksi sampah yang mencapai 1.440 ton perhari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, rasio tersebut muncul dengan mengasumsikan setiap orang masyarakat menghasilkan sampah 0,4 kilogram per hari.

"Dengan jumlah penduduk pada 2018 sebanyak 3,6 juta jiwa, rasio sampah menjadi 1.440 ton per hari," ujarnya saat ditemui Selasa, 3 Desember 2019.

Baca Juga: Kabupaten Bandung Harus Siapkan Lahan Pengolahan Sampah

Menurut Asep, untuk mengangkut dan membuang 1,440 ton sampah ke TPA setiap hari, membutuhkan setidaknya 750 armada truk pengangkut sampah. Namun kenyataannya, Kabupaten Bandung baru memiliki sekitar 100 armada truk sampah.

Jika menghitung dari rasio, Asep tak menampik jika setiap hari ada lebih dari 1.000 ton sampah setiap hari yang tidak terbuang ke TPA Sarimukti. Selain anggaran untuk tipping fee, keterbatasan armada pengangkut juga menjadi kendala minimnya jumlah sampah yang dibuang ke TPA tersebut.

Meskipun demikian ia menegaskan bahwa pihaknya terus menggalakan penanganan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya. Dengan begitu, sampah tidak perlu dibuang ke TPA.

Baca Juga: Aktivis Jerman: Sampah Plastik di Citarum Berkurang Drastis

Salah satunya adalah dengan pemilahan serta penanganan terpisah antara sampah organik dan anorganik. "Sesuai Instruksi Bupati Bandung Nomor 2 Tahun 2018, kami menggalakan pembuatan lubang cerdas organik (LCO) dan bank sampah," ujarnya.


Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X