Jumat, 13 Desember 2019

Laju Penurunan Muka Tanah Cekungan Bandung Terluas di Dunia, Bisa Sampai 20 Cm per Tahun

- 3 Desember 2019, 14:08 WIB
ILUSTRASI jalanan retak.* /NURHANDOKO WIYOSO/PR

BANDUNG, (PR).- Hasil penelitian Geodesi ITB menunjukkan, penurunan muka tanah (land ­subsidence) terjadi hampir di seluruh cekungan Bandung yang berada di atas formasi batuan Kosambi.

Laju ­penurunan muka tanah bervariasi, ada yang sampai 20 sentimeter per tahun. Cekungan Bandung (Kota Bandung di dalamnya) termasuk dalam daftar kota dengan penurunan muka tanah terbesar dan terluas di seantero dunia.

 

Seumpama berada di dekat pantai, titik yang mengalami penurunan muka tanah di Kota Bandung, bakal menjadi daratan yang paling cepat tenggelam ke bawah permukaan laut. 

Baca Juga: Krisis Sumber Air Tanah, Industri Dilarang Tambah Titik Sumur Dangkal

Demikian pernyataan peneliti dari Jurusan Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Tek­nologi Bandung Dr Heri Andreas, ST, MT saat menjadi narasumber dalam diskusi berjudul ”Land Subsidence (Penurunan Tanah) di Cekung­an Bandung, Seberapa Parahkah?” di Gedogan Coffee & Tea, Jalan Seram, Kota Bandung, belum lama ini.

Laju penurunan muka tanah di sejumlah titik kawasan Bandung Raya mencapai 15-20 sentimeter per tahun. Berdasarkan pemetaan tim peneliti Geodesi Institut Teknologi Bandung pada 2000-2010, terdapat beberapa indikator warna, di antaranya kuning dan merah. Kuning me­nunjukkan penurunan muka ta­nah di area tersebut mencapai 5-10 sentimeter per tahun. Sementara itu, merah menandakan penurunan muka tanah di area tersebut mencapai 15-20 sentimeter per tahun. 

Warna kuning mengelilingi yang merah. Tanda warna merah  terjumpa di area Leuwigajah Cimahi, Ko­po, Dayeuhkolot, Majalaya, Banjaran, Rancaekek. Area Gedebage yang tengah menjadi titik pusat pembangunan Kota Bandung juga termasuk dalam titik bertanda me­rah.

Penyebab penurunan muka tanah

Temuan terkini tim peneliti Geodesi ITB (peta penurunan tanah 2018-2019), terdapat beberapa per­ubahan, di antaranya penurunan muka tanah di Cimahi, Kopo, Pasir­koja, Gedebage. Berdasarkan indikator warna, penurunan muka tanah di Leuwigajah berhenti, se­dang­kan di Kopo dan sekitarnya, juga Pasir­koja bertambah luas. Area penurunan muka tanah di Gedebage dan sekitarnya juga bertambah luas. 


Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X