Selasa, 10 Desember 2019

Kabupaten Bandung Harus Siapkan Lahan Pengolahan Sampah

- 2 Desember 2019, 23:48 WIB
SAMPAH menumpuk di Sungai Citarum Lama, Margaasih, Kabupaten Bandung, Minggu 30 Desember 2018. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mencatat, setiap harinya Sungai Citarum menerima 1.500 ton sampah baik sampah rumah tangga maupun limbah industri.*/ANTARA /null

SOREANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung harus segera menyiapkan lahan untuk Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir sampah (TPPAS) tersendiri. Jika tidak, pembuangan akhir sampah akan menjadi masalah besar mengingat potensi sampah di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.440 ton setiap hari.

Hal itu dikatakan oleh Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat asal Kabupaten Bandung Asep Syamsudin saat dihubungi, Senin, 2 Desember 2019.

"Hal itu tak lepas dari rata-rata produksi rata-rata sampah rumah tangga sebesar 0,5 kilogram per hari, sedangkan di Kabupaten Bandung jumlah pendudukanya mencapai 3,7 juta jiwa," ujarnya.

Baca Juga: Sampah Cemari Keindahan Curug Malela

Sementara itu berdasarkan data Pemprov Jabar, Asep melansir Dinas Lingkungan Hidup kota/kabupaten saat ini hanya mampu membuang 30 persen dari total produksi sampah di wilayahnya ke TPPA Sarimukti.

Artinya, hampir semua kota/kabupaten masih memiliki beban penanganan 70 persen produksi sampahnya.

Artinya bagi Kabupaten Bandung, Pemkab hanya mampu membiaya pembuangan sampah ke TPPA Sarimukti sebanyak 432 ton per hari. Sedangkan sisanya masih ada 1.008 ton per hari yang menjadi "pekerjaan rumah".

Menurut Asep, pembuangan sampah sepenuhnya ke TPPA Sarimukti memang bisa terkendala kapasitas dan umur pakai TPPA tersebut.

Namun bagi Pemkab Bandung sendiri, hal itu juga jelas akan membebani anggaran karena saat ini saja rata-rata harus mengeluarkan Rp 4-5 miliar per tahun untuk membayar tipping fee ke TPPA Sarimukti.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X