Senin, 24 Februari 2020

Aksi Dokter Gigi Peduli AIDS Didorong Stigma terhadap Pasien ODHA

- 1 Desember 2019, 23:23 WIB
PARA dokter gigi beraksi menyampaikan pesan-pesan lawan stigma, dalam peringatan Hari AIDS Sedunia, dengan aksi AIDS Walk Bandung, di kawasan Car Free Day, Dago, Kota Bandung, Minggu, 1 Desember 2019.* /GITA PRATIWI/PR


BANDUNG, (PR).- Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia, yang diperingati Minggu, 1 Desember 2019, sejumlah dokter gigi mengadakan aksi AIDS Walk Bandung 2019, di kawasan car free day (CFD), Dago, Kota Bandung.

Para dokter gigi berbaur dengan masyarakat, berjalan kaki di kawasan CFD, dengan mengampanyekan pesan-pesan untuk perhatian kesehatan gigi, mulut, dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Berkaus merah, para peserta aksi mengacungkan poster, dan membentangkan spanduk. Pesan-pesan yang dimuat meliputi, lawan stigma ODHA, jangan takut untuk tes HIV, obati sejak dini, dan perawatan mulut dari ragam penyakit.

Baca Juga: Pemprov Jabar Tandatangani Deklarasi Akhiri Epidemi HIV/AIDS di Indonesia

Acara yang mengangkat tema "Dokter Gigi Tanpa Stigma, Communities make the difference" ini, juga memuat kegiatan sosial penyuluhan pemeriksaan gigi dan mulut, hingga layanan tes HIV, dan konseling gratis.

Kepala Departemen Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjara, Irna Sufiawati, mengatakan, acara ini juga implementasi dari Deklarasi Bali 2019. Deklarasi tersebut dihasilkan dalam Lokakarya Dunia Kesehatan Mulut dalam HIV AIDS ke-8 (WW8 AIDS), di Bali, September lalu.

Irna, yang bertindak sebagai Ketua Penyelenggara Lokal WW8 AIDS, menyebutkan masih terdapat stigma dari kalangan dokter gigi kepada pasien ODHA. Seperti menolak menangani penyakit gigi dan mulut ODHA.

TALKSHOW berisi penyuluhan HIV AIDS.*
TALKSHOW berisi penyuluhan HIV AIDS.*

Hal itu karena, tanpa perhatian khusus, dokter gigi pun dapat terpapar HIV. Misalnya akibat tertusuk jarum yang terkontaminasi darah penderita HIV.

Banyak klinik gigi dan mulut, atau tempat praktik dokter gigi yang memiliki risiko serupa. Ia berpendapat, akibat kesadaran yang kurang atau stigma, perhatian terhadap hal ini cenderung diabaikan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X