Pentingnya Semangat Kebersamaan Keluarga dalam Hadapi Revolusi Industri 4.0

- 30 November 2019, 06:35 WIB
KETUA PKK kota Bandung Siti Muntamah Oded memberikan pengarahan kepada orang tua murid saat mengadakan penyuluhan psikologi untuk siswa di SDN 023 Pajagalan kota Bandung, Senin (3/9/2018). Kegiatan yang digagas oleh Pusat Pembelajar Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan masyarakat (DP3APM) ini sebagai upaya pencegahan terhadap aksi perisakan dan kekerasan seksual pada anak.*- Ade Mamad /

BANDUNG (PR)- Para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga perlu memiliki semangat kebersamaan yang kuat guna menghadapi era revolusi industri 4.0. Efek beserta pengerah revolusi industri 4.0 bisa memunculkan tantangan besar mengenai isu-isu keluarga.

Demikian kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded yang akrab dengan sapaan Umi saat membuka rapat konsolidasi dengan tajuk Gerakan PKK Menyongsong Rapat Kerja Nasional di Gedung Graha Binangkit, Jalan Sukabumi, Jumat, 29 November 2019.

Selain konsolidasi organisasi, Umi mengatakan, terdapat langkah penyelarasan program. Penguatan organisasi bertujuan agar kader PKK membuat inovasi-inovasi dalam rangka membentuk keluarga yang sejahtera.

Baca Juga: 5 Kasus Narkoba di Polres Bandung dalam Sepekan, dari 7,5 Kilogram Ganja Sampai Ribuan Pil Psikotropika

"PKK Kota Bandung mempunyai empat kelompok kerja. Tiap-tiap pokja memiliki tugas berbeda dengan target yang sesuai dengan visi beserta misi Pemerintah Kota Bandung," ucap Umi.

Pokja 1, ucap Umi, bertugas pada sektor ketahanan keluarga, pola asuh anak dan remaja, juga pembinaan Lansia. Pokja 2 bertugas pada sektor peningkatan kapasitas Kader dari berbagai aspek, terutama membudayakan literasi.

Pokja 3 mengutamakan pelaksanaan program pengentasan stunting, yakni Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya), penyediaan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Baca Juga: Tantangan Tembang Sunda Cianjuran di Era Generasi Milenial

loading...

Sementara itu, Pokja 4 menanggulangi isu Open Defecation Free (ODF) agar Kota Bandung menjadi sehat dengan akses sanitasi berlandaskan perencanaan yang baik. Pokja 4 juga bertugas dalam hal pengentasan stunting.

Umi mengatakan,  rapat turut memuat agenda evaluasi juga langkah menyinergikan berbagai program kegiatan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan mitra kerja lainnya. "Rapat jangan hanya sekadar kegiatan rutin saja, mengingat PKK merupakan organisasi yang legal sebagai mitra terbaik berbagai tingkatan pemerintah, nasional hingga RT," ucap Umi.

Bagian tugas PKK, ucap Umi, mewujudkan keluarga beriman, bertakwa, berakhlak, berbudi pekerti luhur, juga sejahtera lahir maupun batin.

Baca Juga: Kontingen Santri Jawa Barat Juara Umum Pospenas 2019

"Semua kelengkapan, kemampuan, dan kompetensi dari Kader PKK perlu dikonsolidasikan untuk tujuan yang sama dalam satu tahun ke depan sampai 2023, mewujudkan Kota Bandung Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis," kata dia.

Terdapat pula target PKK pada 2020. Umi Siti berkeinginan kembali ada program PKK yang beriringan dengan berbagai OPD dan mitra lainnya. PKK juga dapat membangun sinergi dalam hal pelaksanaan Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK).

"Penetrasi PIPPK mesti selaras dengan program unggulan yang digulirkan PKK. PKK tak bisa bekerja sendiri karena memiliki program yang terbatas. Lantaran demikian perlu dukungan OPD dalam kegiatan yang dapat terlaksana secara kerja sama," kata dia.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X