Jumat, 28 Februari 2020

Bartholomeus Toto Praperadilankan KPK Terkait Kasus Meikarta, Ini Alasannya

- 28 November 2019, 10:48 WIB
WARGA melintasi gerbang Meikarta di Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa 16 Oktober 2018. Meski diklaim memiliki investasi hingga Rp 278 miliar, namun PAD yang diterima Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak lebih dari Rp 10 miliar.* /TOMMY ANDRYANDY/PR

BANDUNG, (PR).-‎ Tersangka kasus suap izin peruntukan dan penggunaan tanah (IPPT) untuk proyek Meikarta, Bartholomeus Toto, resmi mengajukan gugatan pra peradilan ke Pengadilan. Gugatan pra peradilan itu‎ ditujukan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Betul, gugatan pra peradilannya sudah kami ajukan ke PN Jakarta Selatan. Sudah diterima Panitera. Untuk sidangnya belum dijadwalkan, ujar Supriyadi, kyasa hukum Bartholomeus Toto di Bandung, Kamis 28 November 2019.

Dalam berkas surat pengajuan pra peradilan berkas gugatan diajukan ke Panitera PN Jaksel pada 27 November 2019. Nomor perkaranya, 151/Pid.Pra/2019/PN Jaksel.

Baca Juga: Pelamar Calon ASN Pemkot Bandung Lebih Sedikit dari Perkiraan, Ini Komentar Kepala BKPP

Toto ditahan KPK pada Rabu 20 November 2019. Penasehat hukum Toto, Supriyadi mengatakan, gugatan pra peradilan akan didaftarkan ke Pengadilan Jakarta Selatan pada Senin 25 November 2019.

Pra peradilan diatur di Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) bisa diajukan oleh tersangka. Pra peradilan untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka, penahanan, penggeledahan hingga penyitaan serta sah atau tidak nya SP3.

"Kami mengajukan praperadilan karena penetapan tersangka hanya berdasarkan satu alat bukti," ujar Supriyadi.

Baca Juga: Tayang Awal 2020, Ini Dia Bocoran Pemain Film Guru-Guru Gokil

Di persidangan kasus Meikarta, Kepala Divisi Land and Ackuisition PT Lippo Group, Edi Dwi Soesianto menyebut Bartholomeus menerima uang Rp 10,5 miliar dari sekretaris Toto, Melda Peni Lestari. Pemberian uang itu disebut Edi, sepengetahuan Bartholomeus Toto.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X