Sabtu, 7 Desember 2019

Target Kenaikan PAD Kabupaten Bandung Dinilai Belum Signifikan

- 26 November 2019, 12:59 WIB
SEJUMLAH kendaraan berhenti di badan jalan di depan pertokoan warga yang mengakibatkan penyempitan pada badan jalan sehingga sering terjadi kemacetan di Jalan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa 26 November 2019.* /ADE MAMAD/PR

SOREANG, (PR).- Target kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam RAPBD Kabupaten Bandung tahun 2020, dinilai belum signifikan dan masih jauh dari nilai potensi yang bisa digali.  Beberapa potensi di dinas tertentu dinilai belum optimal.

Disampaikan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bandung Toni Permana yang juga anggota Komisi C, menyoroti beberapa mitra kerjanya seperti Dinas Perhubungan. Dinas tersebut mengelola retribusi parkir yang targetnya pada 2020 hanya Rp 1 miliar.

"Kalau kita rasionalisasi per bulan, hanya Rp 83 juta. Kita bagi lagi menjadi hanya Rp 2,8 juta per hari," tutur Toni.

Toni mengatakan, dari hasil pembahasan akhir, target PAD 2020 hanya sebesat Rp 1,006 triliun. "Kenaikannya dari target APBD perubahan 2019 hanya sekitar Rp 60 miliar," ujarnya saat ditemui Selasa 26 November 2019.

Baca Juga: Persib vs Barito Putera, Statistik Memihak Djadjang Nurdjaman

Seperti diketahui, target PAD Kabupaten Bandung sempat mengalami lonjakan tajam hingga Rp 331 miliar (63,90 persen) dari Rp 518 pada 2018 menjadi Rp 849,28 miliar pada APBD murni 2019. Jika merunut pada angka itu, target PAD para APBD murni 2020 sebenarnya naik sekitar Rp 150 miliar (17,64 persen).

Meskipun demikian, target 2019 kemudian meningkat lagi menjadi Rp 940 miliar pada APBD perubahan. Sehingga dari angka itu kenaikan target 2020 menjadi hanya sekitar Rp 60 miliar (6,3 persen).

Menurut Toni, kenaikan itu masih jauh dari potensi yang bisa digali. "Kami mengkritisi beberapa potensi di dinas tertentu yang belum optimal," ujarnya.

Baca Juga: Kisah Dibalik Nama Sekolah Dasar Siluman di Tasikmalaya


Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X