Jumat, 13 Desember 2019

Merayakan Munir di Reruntuhan Tamansari

- 22 November 2019, 15:14 WIB
SEJUMLAH warga menyaksikan Pembacaan Dokumen TPF Munir dan Diskusi Publik di reruntuhan RW 11 Tamansari, Kota Bandung, Rabu, 20 November 2019. Munir merupakan aktivis HAM yang meninggal di dalam pesawat tujuan Amsterdam pada 7 September 2004.*/ARIF HIDAYAH/PR

DI tengah reruntuhan kampung Tamansari, Kota Bandung, Rabu, 20 November 2019 malam, Suciwati takzim menyimak kalimat demi kalimat laporan Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Meniggalnya Munir Said Thalib, sang suami tercinta.

Bersama dia, ratusan anak muda yang mengagumi perjuangan panjang Sang Pendekar Hak Asasi Manusia (HAM), dan yang berharap bisa mewarisi barang secuil saja keberaniannya.

Suciwati tampil tegar di sepanjang lebih dari tiga jam diskusi. Berpakaian serba hitam, dengan blazer yang melapisi kaos bergambar siluet kepala Munir yang ikonik, perempuan kelahiran 28 Maret 1968 itu membagikan banyak cerita.

Mulai dari kenangannya akan mendiang “Cak”, beragam ancaman dan teror yang harus dia hadapi sesudah kematiannya, hingga inisiatif meluaskan semangat perjuangan lewat Aksi Kamisan dan pendirian Omah Munir.

“Sudah 15 tahun ya. (Pengungkapkan kasus ini) Berat, terus terang. Apalagi melihat (situasi) politik hari ini,” kata Suciwati mengawali kisahnya.

Munir meregang nyawa di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika melintas di atas langit Rumania, dua jam sebelum mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, pada 7 September 2004.

Di dalam tubuh lelaki yang hendak memulai studi pascasarajana di Universitas Utrech itu, ditemukan racun arsenik dalam dosis fatal.

Pada penghujung 2004, sebagai tanggapan atas desakan kuat dari koalisi masyarakat sipil yang kecewa atas lambannya penyeledikan kasus kematian Munir oleh polisi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk TPF yang diketuai Marsudhi Hanafi.

Laporan kerja tim yang melibatkan unsur sipil tersebut diserahkan ke Presiden pada 24 Juni 2005 dan tidak pernah sekali pun dibuka ke publik. Belakangan, dokumen dinyatakan hilang tanpa rimba.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X