Senin, 16 Desember 2019

Pengembang Hotel Pullman di Bandung Didenda Rp 41 Miliar, Hanya Perlu Bayar Rp 28 Miliar

- 19 November 2019, 17:39 WIB
PEMBANGUNAN Hotel Pullman di Jalan Majapahit, seberang Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin 18 November 2019.*/HARRY SURJANA/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung ­mengenakan sanksi terhadap ­pengembang Hotel Pullman.

Sanksi atas pelanggaran urusan perizinan itu berupa denda sekitar Rp 41 ­miliar yang ­berpedoman pada SK Wali Kota Bandung.

Demikian ­pernyataan Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota ­Bandung, Jalan Wastukancana, Senin 18 November 2019.

Ema mengatakan, penerapan sanksi berupa denda berlandaskan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 14 Tahun 2018 tentang Ba­ngunan Gedung.

”Insyaallah, urusan pelanggaran Pullman segera tuntas, menjalani sanksi denda. Bentuk de­nda berikut nilainya tak sembarangan, mengacu pada aturan yang berlaku,” ucap Ema.

Meneruskan informasi dari dinas terkait, Ema mengatakan, Pullman perlu membayar sanksi denda secara tunai sekitar Rp 28 miliar.

Hal itu mempertimbangkan langkah Pullman yang telah membangun perpustakaan, sekolah, serta beberapa bentuk fasilitas lainnya untuk masya­ra­kat.

”Nilai denda tunai telah dikurangi biaya pembangunan fasilitas-fasilitas yang telah dikeluarkan oleh Pullman. Pembayaran denda yang tunai bakal langsung masuk ke rekening kas daerah,” ucap Ema.

Ema tak mengetahui jenis pelanggaran secara detail. Bisa jadi aspek ketinggian banguan atau ada bagian konstruksi yang tak se­su­ai dengan yang tertera dalam peri­zinan.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X