Senin, 16 Desember 2019

Bandung Krisis Guru, DPRD Usulkan Tunda Pensiun Guru Berstatus PNS

- 18 November 2019, 15:43 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Pada 2020, Kota Bandung diprediksi akan kekurangan guru berstatus PNS. Tahun 2020, terdapat sekira seribu guru PNS yang memasuki masa pensiun. Angka tersebut tak sebanding dengan jumlah pengangkatan guru baru berstatus PNS.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Yoel Yosaphat berpendapat, penambahan masa bakti guru yang sudah memasuki masa pensiun bisa jadi pertimbangan pemerintah sebagai solusi menambal kekurangan guru di Kota Bandung.

"Menambah satu atau dua tahun sambil menunggu PNS yang baru," ujar Yoel Yosaphat dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Minggu 17November 2019.

Solusi lainnya, kata dia, pemerintah juga harus membuka peluang bekerja bagi guru non-PNS atau honorer. Konsekuensinya, pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Bandung, harus memberi kesejahteraan yang lebih maksimal bagi para guru honorer. Hal itu, menurut Yoel Yosaphat, agar tidak ada perbedaan dalam kualitas mengajar.

"Selain ditingkatkan derajat hidupnya. Guru honorer juga ditingkatkan kompetensinya dengan pelatihan-pelatihan agar murid menjadi lebih menikmati pelajaran yang berkualitas," ujarnya.

Yoel Yosaphat mengatakan, sepengetahuannya, Indonesia tidak pernah kekurangan guru, tetapi distribusi guru yang tidak merata antara di kota dan desa.

"Di daerah-daerah, ada yang kekurangan, bahkan tidak ada, tapi di beberapa tempat banyak guru. Harus bisa dipetakan mana sekolah yang cukup guru, yang kelebihan, dan yang kekurangan," tuturnya.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, kewenangan merekrut guri berstatus PNS berada di tangan pemerintah pusat. "Kami dijatah oleh pusat," katanya.

Meski harus mengantisipasi 1.000 guru yang pensiun, tahun ini, Kota Bandung mendapat formasi CPNS guru sekira 600 orang.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X