Senin, 16 Desember 2019

8.000 Warga Kota Bandung Berpeluang Bekerja di Jepang

- 18 November 2019, 14:06 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Warga Kota Bandung berpeluang menjalani karier di luar negeri, terutama Jepang. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin menyebutkan,  Jepang terus mengajukan permintaan tenaga kerja Indonesia, termasuk asal Bandung.  Perihal itu,Pemkot Bandung telah menjalin kerja sama dengan asosiasi pelaku industri di Jepang 

"Jepang membutuhkan sekitar 8.000 tenaga kerja dari Kota Bandung. Penyerapan tenaga kerja asal Kota Bandung berlangsung secara bertahap. Warga Kota Bandung yang masih berusia produktif berpeluang lumayan besar bekerja di Jepang. Akan tetapi, bahasa kerap menjadi kendala tenaga kerja asal Kota Bandung berkarier di Jepang," ucap Arief di Bandung, beberapa waktu lalu.

Disnaker Kota Bandung, kata Arief, mengambil sejumlah langkah guna mengoptimalkan peluang tersebut. Pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan SMA, SMK, perguruan tinggi, membahas strategi penyiapan sumber daya manusia.

Peningkatan mutu LKP, atau balai pelatihan kerja yang berada di Kota Bandung juga termasuk dalam daftar agenda Disnaker merespons permintaan dari pihak asosiasi industri di Jepang. 

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung Marsana menambahkan, penghasilan rata-rata bekerja di Jepang relatif tinggi. Dalam kurs Rupiah, penghasilan rata-rata mencapai sekitar Rp 10 juta per bulan. 

Bagian dari poin yang tertuang dalam perjanjian kerja sama, Marsana mengatakan, penyedia lapangan kerja di Jepang menyediakan tempat tinggal semacam apartemen. "Tenaga kerja asal Kota Bandung dapat menghemat pengeluaran biaya untuk keperluan tempat tinggal," ucap Marsana.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X