Minggu, 8 Desember 2019

Pelajar Harus Paham Bencana untuk Kurangi Kerentanan

- 17 November 2019, 22:04 WIB
GELAR Jambore Relawan Pelajar Bela Alam tingkat Kota Cimahi di Lapangan Cibaligo, RW 10, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Kegiatan digelar 2 hari yaitu Sabtu-Minggu, 16-17 November 2019.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Bencana memiliki dampak yang signifikan bagi keberlangsungan hidup masyarakat, termasuk generasi muda. Karena itu, generasi muda perlu memupuk kepedulian mengurangi kerentanan dengan meningkatkan kemampuan diri dalam menangani bencana.

Demikian yang terungkap dalam Gelar Jambore Relawan Pelajar Bela Alam tingkat Kota Cimahi di Lapangan Cibaligo, RW 10, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Kegiatan digelar 2 hari yaitu Sabtu-Minggu, 16-17 November 2019.

Wali Kota Cimahi Ir. H. Ajay Muhammad Priatna saat membuka  kegiatan mengatakan, rentetan bencana yang terjadi di tanah air, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Kota Cimahi dapat mengancam dan mengganggu aktivitas serta kehidupan masyarakat, baik yang disebabkan oleh faktor alam, non-alam maupun akibat ulah manusia.

Berbagai kejadian bencana tersebut tidak jarang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerugian harta benda dan dampak psikologis kepada para korbannya.

"Kegiatan ini pada dasarnya sebagai bentuk kesadaran kita bersama bahwa harus bersiap menghadapi bencana ditengah potensi yang ada. Pelajar sebagai generasi muda perlu menjadi agent of change untuk mengajak masyarakat memiliki pemahaman dan kemampuan dalam menghadapi bencana," ujarnya.

Selain itu, bencana tersebut juga menimbulkan permasalahan lain seperti pemenuhan kebutuhan hidup bagi warga masyarakat yang mengungsi, kerawanan penyakit menular, serta masalah keamanan harta benda yang ditinggalkan oleh para pengungsi.

Terlebih lagi, merujuk pada data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kawasan Bandung Raya sebelah utara dan barat laut termasuk Kota Cimahi memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. 

Potensi tersebut yaitu sebagian besar wilayah termasuk ke dalam kawasan sesar lembang yang terus bergerak dan berpotensi menimbulkan bencana gempa bumi dan tanah longsor.

Kota Cimahi juga harus menghadapi berbagai potensi bencana lainnya seperti kebakaran, banjir dan kekeringan / kekurangan air akibat kompleksitas berbagai permasalahan perkotaan.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X