Senin, 9 Desember 2019

Terowongan Curug Jompong Mulai Dioperasikan Awal 2020

- 16 November 2019, 23:07 WIB
TEROWONGAN air Nanjung di kawasan Curug Jompong, Desa Lagadar, Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin 11 November 2019. Terowongan sepanjang 230 meter tersebut bisa mengalirkan debit air Sungai Citarum sampai 1.000 meter kubik per detik. Terowongan itu digadang-gadang menjadi solusi besar penanganan banjir di kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah.*/ADE MAMAD/PR

SOREANG, (PR). - Terowongan Nanjung atau Terowongan Curug Jompong di Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung dipastikan mulai dioperasikan pada awal 2020 mendatang.

Saat ini proyek pengerjaan penanganan banjir di DAS Citarum tersebut sudah mencapai 95,22% dan dalam waktu dekat pekerjaan yang dimulai sejak April 2018 itu akan segera rampung pertengahan Desember 2019.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Bob Arthur Lombogia pada saat kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke proyek Terowongan Nanjung, Sabtu, 16 November 2019.

Menurut Bob, Terowongan Nanjung merupakan titik terakhir aliran air dari Hulu Citarum menuju Saguling. Terowongan Nanjung menjadi kesatuan bersama 15 proyek lainnya yang saat ini kerjakan secara orakel dan bersamaan di wilayah Bandung Raya.

Jika ke 16 proyek penanganan banjir DAS Citarum tersebut rampung setidaknya dapat mengurangi areal atau sampai genangan yang semula mencapai 3.500 hektare dikurangi 700 hektare menjadi 2.800 hektare. 

"Data 2020 banjir menggenangi 3500 ha, dengan adanya proyek yang kami kerjakan 700 ha yang bisa diamankan, tapi selisihnya itu nanti waktu genangan berkurang dan cepat surut. 

Tapi itu data 2015 kami akan hitung ulang dengan puslitbang air supaya lebih real, " kata dia. 

Adapun jumlah kepala keluarga yang terbebas banjir sekitar 14 ribu KK . Meski tidak semua wilayah akan terbebas banjir, dia berharap keberadaan terowongan air ini bisa mempercepat genangan air di sejumlah daerah.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X